Translate

Home

Saturday, December 10, 2011


Kasih sayang seorang ayah
Aku adalah seorang pemuda yang dibesarkan di keluarga yg sederhana. Ayahku adalah seorang pemarah... Dia selalu marah padaku... Terkadang tiap ia pergi aku selau mengatakan pada ibuku..ayah kok jahat ya mah. Masak aku dimarahi terus..begitu terus aku bercerita..aku tak tahu apa yang baik dari ayahku selain seorang pemarah. Suatu saat kami bertengkar... Kami tidak saling berbicara seharian..bahkan rasanya marah itu luarbiasa marahku..kukatakan dlm hatiku bodoh. Ayahku bukanlah seorang yang pandai karena ia hanya sampai sekolah dasar. Namun hal itu terjadi. Saat malam..ibuku berkata...nak, di meja makan ada pepes ikan jangan kamu makan..itu sudah basi..

Kemudian aku bertanya kenapa bu??
Ayahmu tidak memakannya..ia hanya makan dengan nasi putih saja..karena ia berpikir nanti kamu akan makan dengan apa?? Tidak ada lauk lagi di rumah...
Aku tahu pasti pepes ikan itu adalah makanan kesukaan ayahku.
Akhirnya...
Ayahku membuang pepes ikan itu dengan tangannya sendiri...
Aku sedih...begitu bencinya dan masa bodohnya aku dengan ayahku...tetapi ia masih ingat untuk meninggalkan pepes ikan itu untuk aku makan.
Itulah ayahku..aku begitu sayang padanya..walaupun ia pemarah.tapi aku tahu ia seorang yang lembut..
Kasih sayangnya tak kan padam oleh amarah.
Bahlan dalam hal yang terkecilpun ia masih mengingat aku, seorang anak kecil yang pernah berkata bodoh.


Apakah "aku" itu adalah Anda yang membaca cerita ini??
Kasih sayang tidak hanya bisa ditunjukkan dengan hal luar biasa..tapi ia akan lebih berarti bila ditunjukkan dalam hal yang sepele.

No comments:

Post a Comment