Translate
Home
Monday, November 21, 2016
Apa agamamu?
Banyak hal gaduh yang terjadi belakangan ini mengenai pilkada DKI jakara
Semua berawal dari agama?
Apa agamamu?
Seperti biasa isu-isu seperti ras, agama, suku, dll.dipakai sekelompok orang untuk memecah-mecahkan apa yang dia mau pecahkan
Mengapa mereka memakai agama, suku, ras, dll untuk memecah-mecahkan bangsa ini?
Karena hal-hal tersebut adalah isu sensitif
Saya akan membawa anda untuk melihat dari sudut pandang ekonomi dan kita akan #throwback ke Amerika beberapa tahun silam, atau sekitar tahun 1600an, Saya bukan orang Amerika tetapi saya akan menjabarkan persamaan Indonesia dan Amerika, sekalipun kenyataannya Indonesia negara yang sangat jauh terbelakang dibanding Amerika
Dulu di Amerika ada banyak orang kulit putih dan kulit hitam datang menjadi migran ke Amerika, Mereka dahulu tinggal bersama, miskin kulit putih dan miskin kulit hitam, namun karena kesamaan nasib "miskin" mereka sama-sama kumpul untuk membentuk suatu tim Rebelion untuk naik gaji
Hal ini terdengar oleh para elite di Amerika dan ini menjadi sangat berbahaya untuk mereka
Lalu mereka berpikir bagaimana cara untuk memproteksi sistem yang sudah ada supaya tim rebelion tidak jadi terbentuk.
Lalu para elite pun memanggil orang" miskin kulit putih yang pada saat itu menjadi mayoritas
Mereka diberi kepercayaan berupa lahan dan mempekerjakan kulit hitam agar mereka diinjak, mereka menjadi tim elite sekarang dengan kekuasaan yang kecil. Namun mereka sudah merasa bagian dalam tim elite.
Sejak saat itu "Miskin kulit putih" dan "Miskin Kulit hitam" tidak berkolaborasi
Dan isu ras "works so pretty"
Dan mereka "Miskin Kulit putih" diajak untuk membela perbudakan (padahal mereka sendiri budak) dan menjadikan isu ras menjadi berkembang dan menjadi penghancur sampai saat ini
Warna kulit lebih penting dari ekonomi, warna kulit lebih penting daripada isi perut
Sama halnya dengan Indonesia, namun kalau di Indonesia, mereka tidak bisa menggunakan ras, karena ras Indonesia rata-rata hampir sama
Mereka juga tidak bisa menggunakan suku karena muka" suku di Indonesia mirip-mirip
Jadi mereka menggunakan agama sebagai alat pemecah belah, dan karena mayoritas muslim maka mereka menggunakan Islam yang miskin makanya mucul FPI, HMI, dll yang mungkin saja di miliki oleh para elite yang mungkin Islam namun masa bodoh dengan Islam dan menjadikan itu sebagai "tools" untuk pecah belah bangsa ini.
Jadi jika kalo ada orang yang bukan muslim yang bilang:
Aku kasih kamu rumah
Aku bersihin kali dan sungai-sungai kotor
Aku kasih anak kamu pendidikan gratis
Aku buat taman supaya anakmu bisa main
Dan kasih kebutuhanmu
Ini tidak ada hubungannya dengan agama, orang ini hanya menjalankan Tanggung jawabnya
Dan dengan agama anda menutup mata tentang semua itu, dan mempertanyakan agamanya apa yah?
Apakah itu penting?
Apakah hidupmu akan lebih baik kalau orang tersebut muslim?
Islam, kristen, ateis, buddha, that's not really matter to care, yang penting dia menjalankan pekerjaannya, membantu masyarakat mendapatkan apa yang mereka butuh. Itu Intinya
GAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN AGAMA !!
Kita semua baik kulit hitam, kulit putih, islam, kristen, buddha, ateis, dll
Semuanya butuh makan, butuh hidup yang lebih layak, butuh tempat tinggal, butuh pendidikan
Intinya kita itu SAMA.
Orang Indonesia selalu mau dapat yang tercanggih soal teknologi namun untuk pemikiran selalu jauh tertinggal bahkan cenderung dungu sehingga termakan isu-isu seperti ini
Arius 21-11-2016
Thursday, November 3, 2016
Pembuang dan Penyia Makanan
Dipostingan ini saya akan menulis mengenai problema yang secara
gak sadar banyak terjadi pada orang Indonesia, terlepas jika ada orang diluar
Indonesia yang melakukan hal yang sama.
Foto diatas saya ambil ketika makan siang disalah satu resto
di salah satu pusat perbelanjaan di Indonesia, saat itu ada 4 orang yang datang
duduk disebelah meja kami dan memesan makanan namun yang menarik perhatian saya
adalah ketika mereka meninggalkan meja
dengan kondisi makanan yang hanya di santap beberapa suap sedangkan 2 temannya
menghabiskan makanannya
Namun saya mencoba berpikir, apa yang menyebabkan makanan
tidak disantap habis?
1.
Mungkin karena makanan yang datang tidak sesuai
keinginan / selera
2.
Mungkin karena gengsi takut dibilang “rakus”,
atau “udah ga makan berapa hari?”
3.
Ada panggilan mendadak yang membuat harus segera
meninggalkan resto
Ada sebuah artikel dari orang jerman yang sudah
diterjemahkan mengenai budaya orang Jerman dalam mengkonsumsi makanan
Jerman adalah sebuah negara yang sangat terindustrialisasi .
Di negara seperti ini, banyak yang akan berpikir bahwa orang di negara tersebut hidup dalam kemewahan.
Ketika saya tiba di Hamburg, rekan saya berjalan ke sebuah restoran, kami melihat banyak meja yang kosong. Ketika itu ada sebuah meja diisi oleh pasangan muda mudi yang sedang menikmati makanannya. Di meja itu hanya ada dua piring makanan dan dua kaleng bir. Aku membayangkan apakah bisa makanan simpel seperti itu dibilang romantis, dan mungkin saja si gadis akan meninggalkan si pemuda yang pelit tersebut.
Di sana juga ada beberapa wanita tua di meja yang lain. Ketika makanan disajikan, si pelayan akan membagi makanan tersebut ke piring mereka masing2, dan mereka akan menghabiskan makanan mereka sampai tidak tersisa di atas piringnya.
Karena kami lapar, rekan saya tadi yang juga orang lokal (mungkin orang Jerman mungkin tidak), memesan makanan yang cukup banyak untuk kami. Ketika kami selesai dan pergi, masih ada makanan yang tersisa kira2 sepertiga dari porsi awalnya.
Kami mau meninggalkan restoran ketika tiba2 seorang wanita tua berbicara dalam bahasa inggris kepada kami, dan kami sadari ternyata mereka tidak senang dengan kami yang menyisakan makanan kami di atas meja tadi, dan dalam jumlah yang cukup banyak.
“Kami kan sudah bayar makanan tadi, bukan urusan kamu berapa banyak kami menyisakan makanan”, kata rekan kami bilang kepada wanita tua tersebut. Wanita tersebut menjadi geram, dan salah satu dari wanita tersebut dengan seketika mengambil handphone nya dan menelpon seseorang. Beberapa saat kemudian, seorang petugas pria dengan seragam Organisasi Keamanan Sosial tiba. Dia sudah mengetahui masalahnya, dan dengan seketika mengeluarkan surat denda sebesar 50Euro (kira2 800rb rupiah). Kami semua terdiam.
Di negara seperti ini, banyak yang akan berpikir bahwa orang di negara tersebut hidup dalam kemewahan.
Ketika saya tiba di Hamburg, rekan saya berjalan ke sebuah restoran, kami melihat banyak meja yang kosong. Ketika itu ada sebuah meja diisi oleh pasangan muda mudi yang sedang menikmati makanannya. Di meja itu hanya ada dua piring makanan dan dua kaleng bir. Aku membayangkan apakah bisa makanan simpel seperti itu dibilang romantis, dan mungkin saja si gadis akan meninggalkan si pemuda yang pelit tersebut.
Di sana juga ada beberapa wanita tua di meja yang lain. Ketika makanan disajikan, si pelayan akan membagi makanan tersebut ke piring mereka masing2, dan mereka akan menghabiskan makanan mereka sampai tidak tersisa di atas piringnya.
Karena kami lapar, rekan saya tadi yang juga orang lokal (mungkin orang Jerman mungkin tidak), memesan makanan yang cukup banyak untuk kami. Ketika kami selesai dan pergi, masih ada makanan yang tersisa kira2 sepertiga dari porsi awalnya.
Kami mau meninggalkan restoran ketika tiba2 seorang wanita tua berbicara dalam bahasa inggris kepada kami, dan kami sadari ternyata mereka tidak senang dengan kami yang menyisakan makanan kami di atas meja tadi, dan dalam jumlah yang cukup banyak.
“Kami kan sudah bayar makanan tadi, bukan urusan kamu berapa banyak kami menyisakan makanan”, kata rekan kami bilang kepada wanita tua tersebut. Wanita tersebut menjadi geram, dan salah satu dari wanita tersebut dengan seketika mengambil handphone nya dan menelpon seseorang. Beberapa saat kemudian, seorang petugas pria dengan seragam Organisasi Keamanan Sosial tiba. Dia sudah mengetahui masalahnya, dan dengan seketika mengeluarkan surat denda sebesar 50Euro (kira2 800rb rupiah). Kami semua terdiam.
Petugas tersebut berbicara dengan tegas dan keras “PESAN APA YANG BISA KAMU HABISKAN, UANG ITU MEMANG MILIK KAMU TAPI SUPPLY MAKANANNYA MILIK MASYARAKAT. MASIH BANYAK ORANG DI DUNIA YANG MENGHADAPI KEKURANGAN MAKANAN. KAMU TIDAK MEMILIKI ALASAN UNTUK MENYIAKAN MAKANAN TERSEBUT.
Pola pikir masyarakat di sebuah negara yang kaya seperti Jerman ini telah membuat kami malu pada diri kami sendiri. KITA PERLU MERENUNGI HAL INI. Kami berasal dari negara yang tidak seberapa kaya sumber dayanya. Untuk menahan rasa malu karena gengsi, kami sering memesan dan mentraktir orang dengan makanan yang banyak dan disaat setelah makan kita membuang sisanya dengan sia-sia.
CERITA INI MEMBERI PELAJARAN KEPADA KITA UNTUK BERPIKIR SERIUS DAN MERUBAH KEBIASAAN BURUK KITA.
“UANG ITU MEMANG MILIK KAMU TAPI SUPPLY MAKANANNYA (SUMBER DAYANYA) MILIK MASYARAKAT”
SUMBER: www.moneylife.in
Saya dibesarkan dalam keluarga yang tidak membiasakan diri
untuk menyisakan makanan, dulu daya sering dimarahi ketika menyisakan nasi
dalam piring, ataupun ketika menyantap ayam ataupun ikat tidak dimakan sampai
bersih, padahal hanya sedikit, namun ketika lebih didalami jika satu hari saya
menyisakan ¼ nasi dipiring saya, bayangkan dalam setahun berapa banyak nasi
yang saya buang?
Atau ketika makan prasmanan dalam suatu acara kita makan
sampai habis, pasti sebagian orang akan melihat kita dengan ekspresi “ga pernah
makan enak?”padahal sikap seperti inilah yang sombong atas rezeki yang Tuhan
berikan atau ketika sengaja menyisakan makanan supaya tidak dibilang rakus. Perilaku
sok malu seperti menyisakan satu makanan terakhir (dalam pesta pernikahan
Chinese “ciak tok” paling mudah ditemukan) yang sudah membudaya padahal
menghabiskan makan bukan rakus karena ada pepatah mengatakan “satu butir nasi
sejuta keringat”, ada cerita dan perjuangan disetiap makanan yang terhidang
Intinya ambillah sesuai dengan kemampuan perutmu atau jika
ada makanan yang berlebih dan anda ga sanggup untuk menghabiskannya berikanlah
ke orang lain atau orang yang lebih butuh
Beberapa kebiasaan orang Indonesia lainnya adalah ketika
pasangan makan berdua, saya sering melihat pria ataupun wanita yg malu
menghabiskan makanan didepan pasangannya, Lucunya kalo udah nikah gak malu malu
lagi minta makan bahkan minta tambah
Selama kita sadar jika source makanan itu terbatas dan
belajar untuk melihat kebawah masih banyak orang yang tidak dapat makan atau
mau makan harus cari kesalan kemari, harusnya kita sadar dan bersyukur atas
kekayaan sumber daya yang kita punya atas kesempatan makan yang setiap kali
kita nikmati
Menghabiskan makanan sampai tidak tersisa dan menjadi orang
terakhir menghabiskan makanan bukanlah kesalahan, yang menjadi kesalahan adalah
membuang dan tidak menghabiskan makanan padahal masih banyak orang belum
bisa makan
Berkomitmenlah untuk tidak menjadi orang-orang pembuang dan
penyia makanan
Saturday, May 14, 2016
Do It.....!!!!
Don’t just say it. Do it.
Don’t just think about it or plan for it, wish or hope or imagine. Make the effort, do the work, solve the problems, meet the challenges, and get it done.
Thinking, strategizing and having aspirations are all important and necessary, but not enough. You have to get yourself going, get your hands dirty, sort through the complexity and make it happen.
You might fool yourself into thinking that good intentions are enough, but you won’t fool anyone else. It takes effort to transform those good intentions into real value.
You’re fully capable of that effort, and exercising that capability will bring you great satisfaction. So do it.
Dream great dreams, set high goals, then do yourself and the whole world a favor and take action. The time is now, life is yours, and you can do it.
Friday, May 13, 2016
Dear My Future Wife
I can't wait to finally hold your hand and know you're mine
I can't wait to tell you how beautiful you are every single day
I can't wait to have endless conversation
I can't wait to tell all my friends how amazing you are
I can't wait to feel like i'm the luckiest man alive
I can't wait to kiss you goodnight every time we go to bed
I can't wait to grow up spiritually in God together
I'm waiting patienly
Waiting for God tell me who you are
& When He tells me who you are, I know we will last
Until death do us part
With love in Jesus Christ,
Arius Wijaya
Friday, December 19, 2014
Friday, October 10, 2014
Real Friend
Friendship…
What do you think about friendship?
It’s from 2 words Friend(your friend) ship(boat)
There are relation between friend and ship.
Do you know Christoper Colombus he is maritime explorer,
he found America when he sailing to west.
When I Imagination about christoper colombus,
there are any question in my mind about him, with whom he sailing so he can
discover America?
I think he not sailing alone, but he has a
friend in his ship that accompany him so he can sailing into a new place.
Friend that accompany him when big waves,
storm, good weather, or anything until he arrive in new place and until he can
discover America.
I think Christopher colombus have an amazing
friend that accompany him sailing storm in the ocean
In our live we can have many friends
When you’re getting old, you’re getting lost
your friend
And you’ll be alone
You can have thousand friends in facebook
You can have thousand followers in your twitter
or Instagram
You can known by many people around you
But.. Are you already find the real one?
Not just a friend that always hang out with you
Not just a friend that sharing about his
boyfriend or girlfriend to you
But a real friend that you can talk who loves
God and who loves you
Friend that lead you when you wrong
Friend that always pray and support you
Friend that always besides you when you face
hard condition
A friend loves at all times, and a brother is born for a time of adversity.
(Proverbs 17:17) NIV
There is one
real friend, that always besides you when you happy or sad
His name is “Jesus Christ”
He is a real bestfriend that you can have
Real best friend that give His lives for you
Greater love has no one than this: to lay down one’s life for one’s friends.
(John 15:13) NIV
Open your heart for Him
He’ll give you a joy, peace, though you fall
down
He loves you unconditionally
Because for Him you’re precious
Open Your Heart for Him
He always wait for it
Jesus Loves You
Tuesday, October 7, 2014
What Defines Me ?
What defines me...
is not what people
will most often see. It’s the person they choose to get to know.
What defines me...
is not how cools my
clothes It’s how I wear them and if they reflect godliness and modesty.
What defines me...
is not my
talents. It’s how I use them.
What defines me...
is not who I’m related
to. It’s who I call family and the impact they’ve had in my life.
What defines me...
is not how much time I
spend with God. It’s how much I live for Him.
What defines me...
is not how spiritual I
seem or appear to be. It’s how much I show my love for - and relationship
with - Him.
What defines me...
is not my age.
It’s my maturity and the experiences of the years I’ve lived.
What defines me...
is not how good I am
at something. It’s how hard I try.
What defines me...
is not where I
live. It’s how I choose to invest in my community and those around me.
What defines me...
is not the amount of
friends I have or who I choose to be around. It’s how I treat the ones I
do have, and love them unconditionally.
What defines me...
is the way I talk to
and about others.
What defines me...
is not my
failures. It’s the fact that I try my best, am willing to own up to when
I fail, and the determination to try harder next time.
What defines me...
is not my
mistakes. It’s how I’ve decided to use them to learn and grow.
What defines me...
is not what people say
about me. It’s my true character and the real me.
What defines me...
is my attitude and outlook
on life and the meaning of my existence.
What defines me...
is what I plan to do
with my life and my goal for my time on earth.
What defines me...
is not how I view
myself. It’s about how God sees me.
Subscribe to:
Posts (Atom)



















