Translate

Home

Saturday, December 10, 2011

Words Aptly Spoken


Ini merupakan tulisan terkenal oleh Rev. Bob Moorehead yang dipublikasikan dalam bukunya yang berjudul "Words Aptly Spoken"

Kita memiliki bangunan yang tinggi, namun kesadaran yang pendek;
jalan yang luas, namun sudut pandang yang sempit;
kita banyak menghabiskan, tetapi sedikit memiliki;
kita banyak membeli, tetapi sedikit menikmati.

Kita memiliki rumah yang besar, namun keluarga yang kecil;
tempat yang nyaman, namun waktu yang sedikit;
Kita memiliki gelar yang banyak, namun kurang memiliki perasaan;
pengetahuan yang banyak, namun pertimbangan yang kurang;
ahli yang banyak, tetapi solusi yang sedikit;
obat yang banyak, tetapi kesehatan yang buruk.

Kita menggandakan milik kita, tetapi mengurangi nilai diri kita.
Kita berbicara terlalu banyak, membenci terlalu sering, namun jarang mencintai.
Kita belajar bagaimana mencari nafkah, tetapi tidak belajar untuk hidup;
Kita menghitung tahun-tahun kita hidup, tetapi tidak menghitung apa yang sudah kita lakukan dalam tahun-tahun yang kita jalani.

Kita sudah sering pergi ke bulan dan kembali,
tetapi memiliki masalah saat menyeberang jalan untuk menemui tetangga kita.
Kita sudah menaklukkan luar angkasa, namun tidak menaklukkan ruang dalam diri kita;
kita sudah melakukan hal yang lebih besar, namun tidak melakukan hal yang lebih baik;

Kita berusaha membersihkan udara, namun mencemari jiwa kita;
kita bisa memisahkan atom, tetapi tidak bisa memisahkan prasangka buruk kita.
Kita banyak menulis, tetapi belajar lebih sedikit;
kita merencanakan lebih banyak, namun menyelesaikan lebih sedikit.

Kita belajar untuk berlari, tetapi tidak belajar menunggu;
kita memiliki pendapatan yang tinggi, namun, moral yang rendah.
Kita membangun banyak komputer untuk menyimpan informasi, namun berkomunikasi lebih sedikit;
Kita memiliki kuantitas yang lebih, namun kualitas yang kurang.

Hari-hari ini adalah hari dimana suami istri bisa bekerja mencari nafkah, namun banyak terjadi perceraian;
hari-hari dimana kita memiliki rumah yang lebih baik, namun keluarga yang tidak harmonis.


Pesan Cerita :

Ingatlah, pergunakanlah waktu beberapa saat untuk orang yang kamu cintai, karena mereka tidak akan berada di sekitarmu selamanya. Ingatlah, katakan hal yang baik pada orang yang memperhatikanmu, karena cepat atau lambat orang tersebut akan bertumbuh dan meninggalkan sisimu.

Ingatlah untuk memberikan pelukan hangat kepada orang terdekatmu karena hanya itulah harta yang bisa kamu berikan dan itu tidak membutuhkan biaya apapun. Ingatlah, untuk berkata "Aku mencintaimu" kepada orang yang kamu cintai dengan tulus. Sebuah ciuman dan sebuah rangkulan akan menyembuhkan luka saat datang dari dalam dirimu. Ingatlah untuk berpegangan tangan dan menghargai setiap waktu karena orang tersebut suatu hari tidak akan berada di sana lagi. Berikan waktu untuk mencintai, berikan waktu untuk berbicara, dan berikan waktu untuk membagikan hal yang berharga di pikiranmu
WebRep
currentVote
noRating
noWeight

Belajar Dari Layang-Layang


Di suatu sore saat matahari terbenam, tampak bbrp anak sdg bermain layang2. Salah 1 layang2 berkata dlm hatinya "Aku kesal. Aku mau terbang tinggi, setinggi-tingginya, tanpa ada yang menahan. Tp kenapa aku harus diikat dengan benang? Aku jadi tidak bisa terbang dengan bebas!"

Angin pun lalu bertiup kencang.
"Ah, anginnya kencang", lanjut si layang2.
‎"Aku akan mendekati layangan lain, supaya benangku bisa putus. Nanti aku dapat terbang tinggi! Bebas lepas!"

Maka dgn dorongan angin, si layang2 pun berusaha mendekati layangan lain, membiarkan benangnya bergesekan dng benang mereka. Sesaat kemudian, benangnya putus!

"Akhirnya, putus juga! Sekarang aku bisa terbang semauku, naik tinggi sesukaku!"

Tapi kemudian, apa yg terjadi?
"Loh, loh?!? Kenapa ini? Kok aku jatuh?"
"Krosak!" Layang2 itu jatuh & tersangkut di atas pepohonan.

"Ah, aku tersangkut! Kenapa begini? Bukannya terbang tinggi, aku malah tersangkut di pepohonan" kata si layang2 dengan sedih.

"Sekarang aku tahu", lanjut si layang2..
"Justru karena aku terikat benang, makanya aku bisa tetap melayang di udara. Ternyata benang itu yang membuat aku bisa tetap terbang"

Hati manusia sama spt layang2 tα
ϑί . Pada dasarnya, manusia ingin utk hidup bebas sesuka hati, tanpa peduli nasihat & didikan. Sering kita pikir nasihat & didikan adl sesuatu yg mengekang.
Padahal kedua hal itu sebenarnya sama seperti benang pd layang2: itulah yg membuat kt tetap terbang & berhasil. Saat hati kita akan membuat pilihan yg salah, benang 'nasihat & didikan' menarik kita utk tetap ada di jalan yg benar. Saat hati kita mulai sombong krn ada di puncak keberhasilan, benang 'nasihat & didikan' menarik kita kembali utk rendah hati.
NASIHAT & DIDIKAN bs didapat dari sekeliling kita, tp yg utama adl dari TUHAN. Krn TUHAN adl SUMBER nasihat & didikan yang ΡΑƖΊЙĞ BENAR. Biarlah hati kt selalu terbuka utk nasihat & didikan,sehingga kt dapat tetap 'terbang melayang'

Kasih sayang seorang ayah
Aku adalah seorang pemuda yang dibesarkan di keluarga yg sederhana. Ayahku adalah seorang pemarah... Dia selalu marah padaku... Terkadang tiap ia pergi aku selau mengatakan pada ibuku..ayah kok jahat ya mah. Masak aku dimarahi terus..begitu terus aku bercerita..aku tak tahu apa yang baik dari ayahku selain seorang pemarah. Suatu saat kami bertengkar... Kami tidak saling berbicara seharian..bahkan rasanya marah itu luarbiasa marahku..kukatakan dlm hatiku bodoh. Ayahku bukanlah seorang yang pandai karena ia hanya sampai sekolah dasar. Namun hal itu terjadi. Saat malam..ibuku berkata...nak, di meja makan ada pepes ikan jangan kamu makan..itu sudah basi..

Kemudian aku bertanya kenapa bu??
Ayahmu tidak memakannya..ia hanya makan dengan nasi putih saja..karena ia berpikir nanti kamu akan makan dengan apa?? Tidak ada lauk lagi di rumah...
Aku tahu pasti pepes ikan itu adalah makanan kesukaan ayahku.
Akhirnya...
Ayahku membuang pepes ikan itu dengan tangannya sendiri...
Aku sedih...begitu bencinya dan masa bodohnya aku dengan ayahku...tetapi ia masih ingat untuk meninggalkan pepes ikan itu untuk aku makan.
Itulah ayahku..aku begitu sayang padanya..walaupun ia pemarah.tapi aku tahu ia seorang yang lembut..
Kasih sayangnya tak kan padam oleh amarah.
Bahlan dalam hal yang terkecilpun ia masih mengingat aku, seorang anak kecil yang pernah berkata bodoh.


Apakah "aku" itu adalah Anda yang membaca cerita ini??
Kasih sayang tidak hanya bisa ditunjukkan dengan hal luar biasa..tapi ia akan lebih berarti bila ditunjukkan dalam hal yang sepele.

Pada suatu hari,seorang Bijak meminta kepada seorang tukang emas yang sudah tua renta untuk membuat cincin dan menuliskan sesuatu di dalamnya. Sang Bijak berpesan,"Tuliskanlah sesuatu yang bisa kamu simpulkan dari seluruh pengalaman dan perjalanan hidupmu supaya bisa menjadi pelajaran bagi hidup saya".

Berbulan-bulan si tukang emas yang tua membuat cincin tersebut merenung kalimat apa yang patut diukir di cincin emas yang kecil itu. Akhirnya, si tukang emas itupun menyerahkan cincinnya pada sang Bijak.

Dengan tersenyum, sang Bijak membaca tulisan kecil di cincin itu. Bunyinya, "THIS TOO, WILL PASS" (artinya "DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU").

Awalnya sang Bijak tidak terlalu paham dengan tulisan itu. Tapi, suatu ketika, tatkala menghadapi persoalan hidup yang pelik, akhirnya ia membaca tulisan di cincin itu "DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU" lalu ia pun menjadi lebih tenang

Dan tatkala ia sedang bersenang-senang, ia pun tak sengaja membaca tulisan di cincin itu "DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU" lantas ia menjadi rendah hati kembali.

Ketika kamu lagi punya masalah besar ataupun sedang lagi kondisi terlalu gembira, ingatlah kalimat "DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU"

Tidak ada satupun yg langgeng.
Jadi, ketika kamu punya masalah, tidaklah perlu terlalu bersedih.
Tapi, tatkala kamu lagi senang, nikmatilah selagi kamu bisa senang

Ingatlah, apapun yg kamu hadapi saat ini, semuanya akan berlalu.

Jadilah :
•tetap SEJUK di tempat yg Panas..
•tetap MANIS di tempat yg begitu Pahit..
•tetap merasa KECIL meskipun telah menjadi Besar..
•tetap TENANG di tengah Badai yg paling Hebat.. &
THIS TOO WILL PASS!!!

Kisah Penghapus Dan Pensil



Pensil : "Maafkan aku Penghapus..."

Penghapus : "Maafkan aku??untuk apa Pensil?? Kamu tidak melakukan kesalahan apapun kepadaku..."

Pensil : "Aku minta maaf karena aku telah membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu berada disana untuk menghapusnya. Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat..."

Penghapus : "Hal itu memang benar...Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu. Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan mengganti diriku dengan yang baru. Aku sungguh bahagia dengan peranku. Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir. Aku tidak suka melihat dirimu bersedih..."

Si Penghapus adalah Orang Tua kita...
Si Pensil adalah diri kita sendiri....

Orang tua akan selalu ada untuk anak-anaknya...
Untuk memperbaiki kesalahan anak-anaknya...

Namun, terkadang, seiring berjalannya waktu...
Orang tua akan terluka dan akan menjadi semakin kecil...
(Bertambah tua dan akhirnya meninggal).
Walaupun anak-anak mereka pada akhirnya akan menemukan seseorang yang baru (Suami atau Istri),
Namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih.

"Hingga saat ini...

Saya masih menjadi Si Pensil...
Hal itu sangat menyakitkan diri saya...
Melihat si penghapus atau orang tua saya semakin bertambah "Kecil" dan "Kecil" seiring berjalannya waktu.

Kelak suatu hari...
Yang tertinggal hanyalah "Serutan" si penghapus
Segala kenangan yang pernah saya lalui dan miliki bersama mereka..."
WebRep
currentVote
noRating
noWeight

Great Necklace


Setiap malam hari, sang ayah selalu membacakan cerita utk anak perempuannya. Setelah membacakan cerita, si ayah bertanya kpd anaknya,"Nak, apa kamu sayang papa?"
Si anak menjawab, "tentu saja aku sayang papa".
Ayahnya tersenyum lalu bertanya, "Kalau begitu, boleh papa minta kalungmu?"
Lalu si anak menjawab, "Papa, aku sayang papa tapi aku juga sayang sama kalung ini."
Lalu ayah berkata, "Ya sudah tidak apa apa. Ayah hanya bertanya saja." Si ayah lalu pergi.

Di malam berikutnya selama 3 hari berturut-turut ayahnya menanyakan hal yang sama dan si anak pun menjawab dengan kata2 yang sama.

Si anak berpikir sambil memegang kalung imitasi kesayangannya itu. "Kenapa tiba2 papa mau kalung ini? Ini kalung yang paling aku sayang. Kalung pemberian papa juga".
Malam berikutnya sang ayah menanyakan hal yang sama, lalu si anak berkata,"Papa, papa tahu aku sayang sama papa dan kalung ini. Tapi kalau papa mau kalung ini, ya sudah aku berikan ke papa".

Si anak memberikan kalungnya dan ayahnya mengambilnya dengan tangan kiri. Lalu ayahnya memasukan tangan kanan ke saku kanannya dan mengambil kalung berbentuk sama namun emasnya asli. Ayahnya mengenakannya pada leher anaknya.

"Anakku, sebetulnya kalung ini sudah ada di saku papa sejak pertama kali papa minta kalungmu. Tapi papa menunggu kamu memberikan sendiri kalungmu itu dan papa gantikan dengan yang lebih bagus".
Sering kali kita merasa Tuhan ngga adil. Dia yg memberikan tapi kenapa dia juga yang minta. Kita selalu sakit dan kecewa bahkan dibuat sampai berlarut2 lamanya. Tidakkah kau tahu, disaat Tuhan mengambil sesuatu yg berharga di hidupmu itu krn Tuhan ingin menggantikan dengan yg LEBIH BAIK lagi dari yg kamu miliki skrg?

Krn Tuhan berFirman, "apa yg terbaik bagimu, bukanlah yg terbaik bagi Bapa di Surga".
Jadi terimalah keadaan apapun yg kamu alami, maka berkatmu akan diberikan berlipat kali ganda...

WebRep
currentVote
noRating
noWeight

7 Keajaiban Dunia



Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari "Tujuh Keajaiban Dunia"..
Pada awal dari pelajaran,mereka di minta untk membuat dftr apa yang mereka pikir merupakan "Tujuh Keajaiban Dunia" saat ini..
Walaupun ada beberapa ketidak-sesuaian,sebagian besar dftr berisi:
1.piramida

2.taj mahal
3.tembok besar cina
4.menara pisa
5.kuil angkor
6.menara eiffel
7.kuil parthenon

Ketika mengumpulkan dftr plhn,sang guru memperhatikan seorang pelajar,seorang gadis yg pendiam,yg blm mengumpuljan kertas kerjanya..
Jadi sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kes ulitan dengan daftar nya..

Gadis pendiam itu menjawab,"YA,sedikit..
Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya..
"sang guru berkata,"baik,katakan pada kami apa yg kamu miliki,dan mungkin kami bisa membantu memilih nya."
Gadis itu ragu sejenak,kemudian membaca,"saya pikir,"Tujuh Keajaiban Dunia" adalah:
1.bisa melihat
2.bisa mendengar
3.bisa menyentuh
4.bisa menyayangi

Di ragu sebentar,dan kemudian melanjutkan,,
5.bisa merasakan
6.bisa tertawa
7.dan,bisa mencintai..

Ruang kelas tersebut sunyi seketika..
Alangkah mudahnya bagi kita untk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebut nya "keajaiban"..
Sementara kita lihat lagi semua yang telah tuhan karunia kan untk kita,kita menyebut nya sebagai "biasa"..

Semoga anda hari ini diingatkan tntng segala hal yg betul-betul ajaib dalam kehidupan anda..
Semoga anda selalu bersyukur anda memeliki keajaiban hidup yg tak ternilai..

Friday, October 21, 2011

Kriteria Pria Yang Menjadi Pasangan Hidup


Apa yang Anda lihat ketika memilih pasangan? Pria yang berasal dari keluarga kaya dan terpandang? Jika tujuan hubungan Anda hanya saat ini, mungkin itu cukup. Namun, bila yang Anda cari adalah hubungan yang serius hingga ke pernikahan, ada kriteria lain yang sebaiknya Anda lihat, yaitu potensi kesuksesan dia.

1. Punya tujuan hidup
Ketika Anda bertanya apa tujuan hidupnya, ia akan menjelaskan secara rinci kepada Anda rencana jangka pendek dan menengahnya, apa yang ingin ia lakukan setahun mendatang, lima tahun, dan seterusnya.

Bahkan, ia menyiapkan rencana cadangan untuk mengantisipasi kegagalan. Tidak hanya menjawab, "Kita lihat saja nanti, jalani saja hidup ini seperti air mengalir."

2. Mandiri
Ia tidak bergantung pada orang lain dan mengandalkan kemampuan sendiri dalam hal apa pun. Misalnya, sejak awal mula bekerja, ia menanggung sendiri biaya hidupnya tanpa bantuan orangtuanya. Pria seperti ini menunjukkan bahwa ia bertanggung jawab atas hidupnya dan hidup orang yang ia sayangi. Si dia juga tak pernah mengeluh mengenai pekerjaannya. Karena ia sadar, untuk mencapai kesuksesan, tentu dibutuhkan usaha dan kerja keras.

3. Hobi menolong
Anda tentu pernah mendengar ungkapan semakin banyak memberi, akan semakin banyak menerima. Percaya atau tidak, ungkapan ini memang ada benarnya. Jadi, bila pasangan termasuk pria yang ringan tangan membantu orang lain, Anda perlu berbangga hati mendukungnya. Sebab, ini akan menjadi bekal atau tabungan untuk menuju kesuksesannya di masa depan. Siapa tahu seseorang yang ia bantu saat ini berperan penting dalam kariernya di kemudian hari.

4. Bersahabat dan berwawasan
Sikapnya yang bersahabat ditambah dengan wawasan luasnya biasanya akan mudah mengambil hati banyak orang, termasuk saat melobi orang-orang penting yang berkaitan dengan kariernya. Pengetahuannya tentang berbagai hal termasuk berita-berita terkini akan membuat orang lain merasa nyaman berdiskusi dengannya. Semakin banyak orang tertarik padanya, semakin luas juga networking-nya. Kalau sudah begini, Anda tak perlu khawatir dengan kualitas diri yang dimiliki si dia, kesuksesan pun akan segera menghampiri.

5. "Family man"
Pria yang bertanggung jawab dan menyayangi keluarganya biasanya adalah pria yang juga memerhatikan perkembangan kariernya. Ia akan selalu termotivasi meningkatkan karier lebih baik lagi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Selain itu, pria tipe ini cenderung setia pada pasangannya sehingga ia bisa menyeimbangkan waktu dan pikirannya untuk Anda dan pekerjaannya.

6. Memiliki investasi
Saat ini gaji si dia tak bisa dibilang besar? Tak perlu khawatir selama ia bisa mengatur pendapatannya dan tak selalu kehabisan uang di tengah bulan. Apalagi bila ia termasuk orang yang jeli melihat peluang bisnis. Tak perlu terlalu besar, berangkat dari bisnis kecil-kecilan pun bisa mengantarkannya menjadi pengusaha sukses. Dukung sepenuhnya ketika dia memiliki keinginan untuk mencicil rumah atau berinvestasi dalam bentuk lain, seperti saham atau reksa dana. Karena ini menunjukkan si dia sangat memikirkan masa depan.

7. Realistis dan lurus
Meskipun si dia bersemangat meraih mimpinya, tetap amati bagaimana usahanya meraih impian, jangan sampai si dia menghalalkan berbagai cara yang justru bisa menghancurkan masa depannya. Ingatkan untuk tetap realistis dengan kemampuan yang dimilikinya. Bila si dia ahli dalam bidang teknologi informatika, ia tak perlu memaksakan diri untuk menjadi seorang public relations karena tertarik melihat temannya yang sukses di bidang tersebut. Masing-masing orang kan memiliki kelebihan yang berbeda-beda.

8. Optimistis dan positif
Ia sangat tahu apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya sehingga ia selalu percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain ataupun ketika diberikan tanggung jawab baru. Ia hampir tak pernah berkata "tidak bisa" atau "malas deh melakukannya". Ia selalu berpikir positif dan optimistis bahwa setiap tantangan yang datang pasti ada solusinya. Selain itu, ia juga terbiasa fokus dalam melakukan sesuatu sehingga tak cepat menyerah saat mengalami kegagalan.

WebRep
currentVote
noRating
noWeight

Sunday, October 16, 2011

It's About Simplicity





One day, a rich dad took his son on a trip. Wanted to show him how poor someone can be. 

They spent time on the farm of a poor family. On the way home, dad asked, "Did you see 

how poor they are? What did you learn?".



Son said, "We have one dog, they have four, we have pool, they have rivers, we have lanterns at night, they have stars, we buy foods, they grow theirs, we have walls to protect us, they have friends, we have encyclopedias, they have Bible." Then they headed, "Thanks dad for showing me how poor we are.."

MORAL LESSON:It's not about money that make us rich, it's about simplicity of having God in our lives. ❤

Wednesday, October 5, 2011

Tuhan Yang Mengemudikan Hidup Anda


"Seorang ayah mengajak puterinya, Asa 6 tahun, mengendarai mobil menuju ke sebuah museum. Sudah lama Asa menginginkannya. Si Ayah kebetulan hari itu mengambil cuti dan sengaja mengantar anaknya ke tempat yang sudah lama diimpikan Asa itu tanpa didampingi Bunda.

Di perjalanan, tak hentinya Asa bertanya kepada si Ayah:

"Ayah tahu tempatnya?", tanya Asa yangduduk di samping kemudi Ayah.

"Tahu, jangan kuatir ...", jawab Ayah sembari tersenyum.

"Emang Ayah tahu jalan-jalannya?"

"Tahu, jangan kuatir ..."

"Benar, tidak kesasar Ayah?"

"Benar, jangan kuatir ...", jawab Ayah tetap dengan sabar.

"Nanti kalau Asa haus, bagaimana?"

"Tenang, nanti Ayah beli air mineral ..."

"Terus kalau lapar?"

"Tenang, Ayah ajak mampir Asa kerestoran ..."

"Emang ayah tahu tempat restorannya?"

"Tahu, sayang."

"Emang ayah bawa cukup uang?"

"Cukup, sayang ..."

"Kalau Asa pengin ke kamar kecil?"

"Ayah antar sampai depan pintu toilet wanita ..."

"Emang di musium ada toiletnya?"

"Ada, jangan kuatir ..."

"Ayah bawa tissue juga?"

"Bawa, jangan kuatir ...", kata ayah sembari membelokkan mobilnya masuk jalan tikus, karena macet.

"Kok Ayah belok ke jalan jelek dan sempit begini?"

"Ayah cari jalan yang lebih cepat, supaya Asa bisa menikmati museum lebih lama nanti."

Tidak berapa lama, Asa kemudian tidak bertanya-tanya lagi. Giliran sang Ayah yang bingung, "Kenapa Asa diam, sayang?"

"Ya, Asa percaya Ayah deh! Ayah pasti tahu, akan antar dan bantu Asa nanti!"

Kita ini seperti Asa si anak kecil ini. Kita bertanya banyak hal mengenai apa yang kita hadapi dan terjadi dalam hidup kita. Terlalu banyak khawatir apa yang akan kita hadapi. Padahal sesungguhnya Tuhan "sedang mengemudi" buat kita semua.

Kadang Ia membawa ke "gang sempit" yang barangkali tidak enak, tetapi itu semua untuk menghindari "kemacetan" di jalan yang lain. Kadang Ia memperlambat "kendaraan-Nya", kadang mempercepat. Semuanya ada maksudnya. Ada baiknya kalau kita menyerahkan hal-hal yang di luar jangkauan kita kepada-Nya. Biarkan Dia berkarya atas hidup Anda, biarkan Dia mengemudikan hidup Anda, sebaliknya fokuskan hidup Anda kepada hal-hal yang Anda bisa kerjakan didepan mata, dengan berkat kemampuan yang Anda sudah miliki.
WebRep
currentVote
noRating
noWeight

Kebaikan Masalah Dalam Hidup Kita



Masalah-masalah yang kita hadapi bisa membuat kita jatuh atau bertumbuh, tergantung dari bagaimana cara kita menanggapinya. Sangat disayangkan banyak orang gagal untuk melihat bagaimana Tuhan menggunakan masalah untuk kebaikan mereka. Mereka lebih memilih untukbertindak bodoh dan membenci masalah-masalah mereka daripada menghadapi dan merenungkan kebaikan apa yang bisa mereka dapat dari masalah-masalah tersebut.

Ada lima cara Tuhan menggunakan masalah-masalah dalam kehidupan kita untuk menjadi sesuatu kebaikan bagi kita:

1. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGARAHKAN kita. Kadang-kadang Tuhan harus menyalakan api di bawah kita untuk membuat kita tetap bergerak. Sering kali masalah yang kita hadapi akan mengarahkan kita ke arah yang baru dan memberikan kita motivasi untuk berubah. Ada kalanya masalah menjadi cara yang Tuhan pakai untuk menarik perhatian kita.

2. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGUJI kita. Manusia bagaikan teh celup... jika anda ingin tahu apa yang ada di dalamnya, celupkan saja ke dalam air panas! Tuhan kadang ingin menguji kesetiaan kita melalui masalah-masalah yang kita hadapi."Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan." (Yakobus 1:2-3).

3. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGOREKSI kita. Ada pelajaran-pelajaran yang hanya dapat kita pelajari melalui penderitaan dan kegagalan. Mungkin waktu kita masih kecil orang tua kita mengajar kita untuk tidak boleh menyentuh kompor yang panas. Tetapi mungkin kita baru benar-benar belajar justru setelah tangan kita terbakar. Kadang-kadang kita baru bisa menghargai sesuatu... kesehatan, teman, hubungan..., saat kita sudah kehilangan."Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu." (Mazmur 119:71).

4. Tuhan menggunakan masalah untuk MELINDUNGI kita. Suatu masalah bisa menjadi berkat jika masalah tersebut menghindarkan kita dari bahaya. Tahun lalu ada seorang Kristen yang diberhentikan dari pekerjaannya karena ia menolak untuk melakukan sesuatu yang tidak etis bagi boss-nya. Ia menjadi mengganggur, tetapi justru dari masalah itulah ia terhindar dari ditangkap dan dimasukan ke dalam penjara, karena setahun kemudian tindakan boss itu terbongkar. "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan..." (Kejadian 50:20).

5. Tuhan menggunakan masalah untuk MENYEMPURNAKAN kita. Jika kita menanggapi masalah dengan cara dan pandangan yang benar, masalah tersebut bisa membentuk kita. Tuhan lebih memperhatikan karakter kita daripada kenyamanan kita. Hanya hubungan kita dengan Tuhan yang akan kita bawa sampai kekal. " ... Kita malah bermegah dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita." (Roma 5:3-4).

Friday, September 23, 2011

Yang Besar itu dari yang Kecil


Benyamin Franklin suatu kali pernah brkata, “Pukulan-pukulan kecil dapat menumbangkan pohon oak yang besar!” Memang mengherankan, karena hal-hal yang penting dan besar di dunia ini justru berasal dari hal-hal yang kecil.

Tahukah saudara bahwa sarang laba-laba di sebuah kebun merupakan inspirasi pembuatan jembatan gantung? Suara ketel di atas kompor memberi inspirasi terhadap mesin uap? Sebuah lentera yang berjuntai di sebuah menara memberi inspirasi jam bandul? Sebuah apel yang jatuh dari pohon memberi inspirasi penemuan hokum gravitasi! Yah, hal-hal yang kecil sering mengakibatkan hal-hal yang besar!

Beberapa tahun yang lalu seorang petani dari Illinois selatan, yang berpakaian sangat sederhana, datang ke “Sekolah Alkitab Moody” di Chicago dan sambil lalu ia menanyakan apakah ia boleh meliha-lihat sekolah tersebut. Meskipun tamu itu seorang asing, setiap orang memperlakukanya dengan baik. Sesampai di rumah, tamu sederhana ini menulis surat kepada sekolah tersebut, menyatakan kekagumannya dan dalam surat itu ia melampirkan check seharga 20.000 dolar!

Pemberian ini sungguh tak disangka-sangka, karena sebelumnya mereka tak menyangka-nyangka tamu itu punya cukup uang untuk membeli makan malamnya. Tetapi, karena penghuni sekolah itu telah setia terhadap hal-hal yang kecil dan mempraktekkan kasih Kristus akhirnya mereka memperoleh berkat yang besar.

Maka kata tuannya itu kepadanya, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan stia, engkau telah setia dalam perkara kecil, Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Matius 25:21
WebRep
currentVote
noRating
noWeight

Tuesday, September 20, 2011

Belajar Dari Seekor Beruang


Seekor beruang yang bertubuh besar sedang menunggu seharian dengan sabar di tepi sungai deras. Waktu itu memang tidak sedang musim ikan. Sejak pagi ia berdiri di sana mencoba meraih ikan yang meloncat keluar air. Namun, tak satu juga ikan yang berhasil ia tangkap.

Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya... hup... ia dapat menangkap seekor ikan kecil. Ikan yang tertangkap menjerit-jerit ketakutan. Si ikan kecil itu meratap pada sang beruang, "Wahai beruang, tolong lepaskan aku."

"Mengapa ?" tanya sang beruang.

"Tidakkah kau lihat, aku ini terlalu kecil, bahkan bisa lolos lewat celah-celah gigimu," rintih sang ikan.

"Lalu kenapa?" tanya beruang lagi.

"Begini saja, tolong kembalikan aku ke sungai. Setelah beberapa bulan aku akan tumbuh menjadi ikan yang besar. Di saat itu kau bisa menangkapku dan memakanku untuk memenuhi seleramu," kata ikan.

"Wahai ikan, kau tahu mengapa aku bisa tumbuh begitu besar?" tanya beruang.

"Mengapa?" ikan balas bertanya sambil menggeleng-geleng kepalanya.

"Karena aku tak pernah menyerah walau sekecil apa pun keberuntungan yang telah tergenggam di tangan!" jawab beruang sambil tersenyum mantap.

"Ops!" teriak sang ikan, nyaris tersedak.

Dalam hidup, kita diberi banyak pilihan dan kesempatan. Namun jika kita tidak mau membuka hati dan mata kita untuk melihat dan menerima kesempatan yang Tuhan berikan maka kesempatan itu akan hilang begitu saja. Dan hal ini hanya akan menciptakan penyesalan yang tiada guna di kemudian hari, saat kita harus berucap : "Ohhh....Andaikan aku tidak menyia2kan kesempatan itu dulu...?"

Maka bijaksanalah pada hidup, hargai setiap detil kesempatan dalam hidup kita. Di saat sulit, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan; di saat sedih, selalu ada kesempatan untuk meraih kembali kebahagiaan; di saat jatuh selalu ada kesempatan untuk bangkit kembali; dan dalam kesempatan untuk meraih kembali yang terbaik untuk hidup kita.

Bila kita setia pada perkara yang kecil, 
maka kita akan mendapat perkara yang besar. 

Bila kita menghargai kesempatan yang kecil, 
maka ia akan menjadi sebuah kesempatan yang besar.
WebRep
currentVote
noRating
noWeight