Translate

Home

Saturday, December 10, 2011

Words Aptly Spoken


Ini merupakan tulisan terkenal oleh Rev. Bob Moorehead yang dipublikasikan dalam bukunya yang berjudul "Words Aptly Spoken"

Kita memiliki bangunan yang tinggi, namun kesadaran yang pendek;
jalan yang luas, namun sudut pandang yang sempit;
kita banyak menghabiskan, tetapi sedikit memiliki;
kita banyak membeli, tetapi sedikit menikmati.

Kita memiliki rumah yang besar, namun keluarga yang kecil;
tempat yang nyaman, namun waktu yang sedikit;
Kita memiliki gelar yang banyak, namun kurang memiliki perasaan;
pengetahuan yang banyak, namun pertimbangan yang kurang;
ahli yang banyak, tetapi solusi yang sedikit;
obat yang banyak, tetapi kesehatan yang buruk.

Kita menggandakan milik kita, tetapi mengurangi nilai diri kita.
Kita berbicara terlalu banyak, membenci terlalu sering, namun jarang mencintai.
Kita belajar bagaimana mencari nafkah, tetapi tidak belajar untuk hidup;
Kita menghitung tahun-tahun kita hidup, tetapi tidak menghitung apa yang sudah kita lakukan dalam tahun-tahun yang kita jalani.

Kita sudah sering pergi ke bulan dan kembali,
tetapi memiliki masalah saat menyeberang jalan untuk menemui tetangga kita.
Kita sudah menaklukkan luar angkasa, namun tidak menaklukkan ruang dalam diri kita;
kita sudah melakukan hal yang lebih besar, namun tidak melakukan hal yang lebih baik;

Kita berusaha membersihkan udara, namun mencemari jiwa kita;
kita bisa memisahkan atom, tetapi tidak bisa memisahkan prasangka buruk kita.
Kita banyak menulis, tetapi belajar lebih sedikit;
kita merencanakan lebih banyak, namun menyelesaikan lebih sedikit.

Kita belajar untuk berlari, tetapi tidak belajar menunggu;
kita memiliki pendapatan yang tinggi, namun, moral yang rendah.
Kita membangun banyak komputer untuk menyimpan informasi, namun berkomunikasi lebih sedikit;
Kita memiliki kuantitas yang lebih, namun kualitas yang kurang.

Hari-hari ini adalah hari dimana suami istri bisa bekerja mencari nafkah, namun banyak terjadi perceraian;
hari-hari dimana kita memiliki rumah yang lebih baik, namun keluarga yang tidak harmonis.


Pesan Cerita :

Ingatlah, pergunakanlah waktu beberapa saat untuk orang yang kamu cintai, karena mereka tidak akan berada di sekitarmu selamanya. Ingatlah, katakan hal yang baik pada orang yang memperhatikanmu, karena cepat atau lambat orang tersebut akan bertumbuh dan meninggalkan sisimu.

Ingatlah untuk memberikan pelukan hangat kepada orang terdekatmu karena hanya itulah harta yang bisa kamu berikan dan itu tidak membutuhkan biaya apapun. Ingatlah, untuk berkata "Aku mencintaimu" kepada orang yang kamu cintai dengan tulus. Sebuah ciuman dan sebuah rangkulan akan menyembuhkan luka saat datang dari dalam dirimu. Ingatlah untuk berpegangan tangan dan menghargai setiap waktu karena orang tersebut suatu hari tidak akan berada di sana lagi. Berikan waktu untuk mencintai, berikan waktu untuk berbicara, dan berikan waktu untuk membagikan hal yang berharga di pikiranmu
WebRep
currentVote
noRating
noWeight

Belajar Dari Layang-Layang


Di suatu sore saat matahari terbenam, tampak bbrp anak sdg bermain layang2. Salah 1 layang2 berkata dlm hatinya "Aku kesal. Aku mau terbang tinggi, setinggi-tingginya, tanpa ada yang menahan. Tp kenapa aku harus diikat dengan benang? Aku jadi tidak bisa terbang dengan bebas!"

Angin pun lalu bertiup kencang.
"Ah, anginnya kencang", lanjut si layang2.
‎"Aku akan mendekati layangan lain, supaya benangku bisa putus. Nanti aku dapat terbang tinggi! Bebas lepas!"

Maka dgn dorongan angin, si layang2 pun berusaha mendekati layangan lain, membiarkan benangnya bergesekan dng benang mereka. Sesaat kemudian, benangnya putus!

"Akhirnya, putus juga! Sekarang aku bisa terbang semauku, naik tinggi sesukaku!"

Tapi kemudian, apa yg terjadi?
"Loh, loh?!? Kenapa ini? Kok aku jatuh?"
"Krosak!" Layang2 itu jatuh & tersangkut di atas pepohonan.

"Ah, aku tersangkut! Kenapa begini? Bukannya terbang tinggi, aku malah tersangkut di pepohonan" kata si layang2 dengan sedih.

"Sekarang aku tahu", lanjut si layang2..
"Justru karena aku terikat benang, makanya aku bisa tetap melayang di udara. Ternyata benang itu yang membuat aku bisa tetap terbang"

Hati manusia sama spt layang2 tα
ϑί . Pada dasarnya, manusia ingin utk hidup bebas sesuka hati, tanpa peduli nasihat & didikan. Sering kita pikir nasihat & didikan adl sesuatu yg mengekang.
Padahal kedua hal itu sebenarnya sama seperti benang pd layang2: itulah yg membuat kt tetap terbang & berhasil. Saat hati kita akan membuat pilihan yg salah, benang 'nasihat & didikan' menarik kita utk tetap ada di jalan yg benar. Saat hati kita mulai sombong krn ada di puncak keberhasilan, benang 'nasihat & didikan' menarik kita kembali utk rendah hati.
NASIHAT & DIDIKAN bs didapat dari sekeliling kita, tp yg utama adl dari TUHAN. Krn TUHAN adl SUMBER nasihat & didikan yang ΡΑƖΊЙĞ BENAR. Biarlah hati kt selalu terbuka utk nasihat & didikan,sehingga kt dapat tetap 'terbang melayang'

Kasih sayang seorang ayah
Aku adalah seorang pemuda yang dibesarkan di keluarga yg sederhana. Ayahku adalah seorang pemarah... Dia selalu marah padaku... Terkadang tiap ia pergi aku selau mengatakan pada ibuku..ayah kok jahat ya mah. Masak aku dimarahi terus..begitu terus aku bercerita..aku tak tahu apa yang baik dari ayahku selain seorang pemarah. Suatu saat kami bertengkar... Kami tidak saling berbicara seharian..bahkan rasanya marah itu luarbiasa marahku..kukatakan dlm hatiku bodoh. Ayahku bukanlah seorang yang pandai karena ia hanya sampai sekolah dasar. Namun hal itu terjadi. Saat malam..ibuku berkata...nak, di meja makan ada pepes ikan jangan kamu makan..itu sudah basi..

Kemudian aku bertanya kenapa bu??
Ayahmu tidak memakannya..ia hanya makan dengan nasi putih saja..karena ia berpikir nanti kamu akan makan dengan apa?? Tidak ada lauk lagi di rumah...
Aku tahu pasti pepes ikan itu adalah makanan kesukaan ayahku.
Akhirnya...
Ayahku membuang pepes ikan itu dengan tangannya sendiri...
Aku sedih...begitu bencinya dan masa bodohnya aku dengan ayahku...tetapi ia masih ingat untuk meninggalkan pepes ikan itu untuk aku makan.
Itulah ayahku..aku begitu sayang padanya..walaupun ia pemarah.tapi aku tahu ia seorang yang lembut..
Kasih sayangnya tak kan padam oleh amarah.
Bahlan dalam hal yang terkecilpun ia masih mengingat aku, seorang anak kecil yang pernah berkata bodoh.


Apakah "aku" itu adalah Anda yang membaca cerita ini??
Kasih sayang tidak hanya bisa ditunjukkan dengan hal luar biasa..tapi ia akan lebih berarti bila ditunjukkan dalam hal yang sepele.

Pada suatu hari,seorang Bijak meminta kepada seorang tukang emas yang sudah tua renta untuk membuat cincin dan menuliskan sesuatu di dalamnya. Sang Bijak berpesan,"Tuliskanlah sesuatu yang bisa kamu simpulkan dari seluruh pengalaman dan perjalanan hidupmu supaya bisa menjadi pelajaran bagi hidup saya".

Berbulan-bulan si tukang emas yang tua membuat cincin tersebut merenung kalimat apa yang patut diukir di cincin emas yang kecil itu. Akhirnya, si tukang emas itupun menyerahkan cincinnya pada sang Bijak.

Dengan tersenyum, sang Bijak membaca tulisan kecil di cincin itu. Bunyinya, "THIS TOO, WILL PASS" (artinya "DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU").

Awalnya sang Bijak tidak terlalu paham dengan tulisan itu. Tapi, suatu ketika, tatkala menghadapi persoalan hidup yang pelik, akhirnya ia membaca tulisan di cincin itu "DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU" lalu ia pun menjadi lebih tenang

Dan tatkala ia sedang bersenang-senang, ia pun tak sengaja membaca tulisan di cincin itu "DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU" lantas ia menjadi rendah hati kembali.

Ketika kamu lagi punya masalah besar ataupun sedang lagi kondisi terlalu gembira, ingatlah kalimat "DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU"

Tidak ada satupun yg langgeng.
Jadi, ketika kamu punya masalah, tidaklah perlu terlalu bersedih.
Tapi, tatkala kamu lagi senang, nikmatilah selagi kamu bisa senang

Ingatlah, apapun yg kamu hadapi saat ini, semuanya akan berlalu.

Jadilah :
•tetap SEJUK di tempat yg Panas..
•tetap MANIS di tempat yg begitu Pahit..
•tetap merasa KECIL meskipun telah menjadi Besar..
•tetap TENANG di tengah Badai yg paling Hebat.. &
THIS TOO WILL PASS!!!

Kisah Penghapus Dan Pensil



Pensil : "Maafkan aku Penghapus..."

Penghapus : "Maafkan aku??untuk apa Pensil?? Kamu tidak melakukan kesalahan apapun kepadaku..."

Pensil : "Aku minta maaf karena aku telah membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu berada disana untuk menghapusnya. Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat..."

Penghapus : "Hal itu memang benar...Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu. Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan mengganti diriku dengan yang baru. Aku sungguh bahagia dengan peranku. Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir. Aku tidak suka melihat dirimu bersedih..."

Si Penghapus adalah Orang Tua kita...
Si Pensil adalah diri kita sendiri....

Orang tua akan selalu ada untuk anak-anaknya...
Untuk memperbaiki kesalahan anak-anaknya...

Namun, terkadang, seiring berjalannya waktu...
Orang tua akan terluka dan akan menjadi semakin kecil...
(Bertambah tua dan akhirnya meninggal).
Walaupun anak-anak mereka pada akhirnya akan menemukan seseorang yang baru (Suami atau Istri),
Namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih.

"Hingga saat ini...

Saya masih menjadi Si Pensil...
Hal itu sangat menyakitkan diri saya...
Melihat si penghapus atau orang tua saya semakin bertambah "Kecil" dan "Kecil" seiring berjalannya waktu.

Kelak suatu hari...
Yang tertinggal hanyalah "Serutan" si penghapus
Segala kenangan yang pernah saya lalui dan miliki bersama mereka..."
WebRep
currentVote
noRating
noWeight

Great Necklace


Setiap malam hari, sang ayah selalu membacakan cerita utk anak perempuannya. Setelah membacakan cerita, si ayah bertanya kpd anaknya,"Nak, apa kamu sayang papa?"
Si anak menjawab, "tentu saja aku sayang papa".
Ayahnya tersenyum lalu bertanya, "Kalau begitu, boleh papa minta kalungmu?"
Lalu si anak menjawab, "Papa, aku sayang papa tapi aku juga sayang sama kalung ini."
Lalu ayah berkata, "Ya sudah tidak apa apa. Ayah hanya bertanya saja." Si ayah lalu pergi.

Di malam berikutnya selama 3 hari berturut-turut ayahnya menanyakan hal yang sama dan si anak pun menjawab dengan kata2 yang sama.

Si anak berpikir sambil memegang kalung imitasi kesayangannya itu. "Kenapa tiba2 papa mau kalung ini? Ini kalung yang paling aku sayang. Kalung pemberian papa juga".
Malam berikutnya sang ayah menanyakan hal yang sama, lalu si anak berkata,"Papa, papa tahu aku sayang sama papa dan kalung ini. Tapi kalau papa mau kalung ini, ya sudah aku berikan ke papa".

Si anak memberikan kalungnya dan ayahnya mengambilnya dengan tangan kiri. Lalu ayahnya memasukan tangan kanan ke saku kanannya dan mengambil kalung berbentuk sama namun emasnya asli. Ayahnya mengenakannya pada leher anaknya.

"Anakku, sebetulnya kalung ini sudah ada di saku papa sejak pertama kali papa minta kalungmu. Tapi papa menunggu kamu memberikan sendiri kalungmu itu dan papa gantikan dengan yang lebih bagus".
Sering kali kita merasa Tuhan ngga adil. Dia yg memberikan tapi kenapa dia juga yang minta. Kita selalu sakit dan kecewa bahkan dibuat sampai berlarut2 lamanya. Tidakkah kau tahu, disaat Tuhan mengambil sesuatu yg berharga di hidupmu itu krn Tuhan ingin menggantikan dengan yg LEBIH BAIK lagi dari yg kamu miliki skrg?

Krn Tuhan berFirman, "apa yg terbaik bagimu, bukanlah yg terbaik bagi Bapa di Surga".
Jadi terimalah keadaan apapun yg kamu alami, maka berkatmu akan diberikan berlipat kali ganda...

WebRep
currentVote
noRating
noWeight

7 Keajaiban Dunia



Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari "Tujuh Keajaiban Dunia"..
Pada awal dari pelajaran,mereka di minta untk membuat dftr apa yang mereka pikir merupakan "Tujuh Keajaiban Dunia" saat ini..
Walaupun ada beberapa ketidak-sesuaian,sebagian besar dftr berisi:
1.piramida

2.taj mahal
3.tembok besar cina
4.menara pisa
5.kuil angkor
6.menara eiffel
7.kuil parthenon

Ketika mengumpulkan dftr plhn,sang guru memperhatikan seorang pelajar,seorang gadis yg pendiam,yg blm mengumpuljan kertas kerjanya..
Jadi sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kes ulitan dengan daftar nya..

Gadis pendiam itu menjawab,"YA,sedikit..
Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya..
"sang guru berkata,"baik,katakan pada kami apa yg kamu miliki,dan mungkin kami bisa membantu memilih nya."
Gadis itu ragu sejenak,kemudian membaca,"saya pikir,"Tujuh Keajaiban Dunia" adalah:
1.bisa melihat
2.bisa mendengar
3.bisa menyentuh
4.bisa menyayangi

Di ragu sebentar,dan kemudian melanjutkan,,
5.bisa merasakan
6.bisa tertawa
7.dan,bisa mencintai..

Ruang kelas tersebut sunyi seketika..
Alangkah mudahnya bagi kita untk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebut nya "keajaiban"..
Sementara kita lihat lagi semua yang telah tuhan karunia kan untk kita,kita menyebut nya sebagai "biasa"..

Semoga anda hari ini diingatkan tntng segala hal yg betul-betul ajaib dalam kehidupan anda..
Semoga anda selalu bersyukur anda memeliki keajaiban hidup yg tak ternilai..