Translate

Home

Sunday, July 14, 2013

Jangan Seperti Air



Tentang Masalah, Keputusan, Hikmat...
Semua orang tanpa terkecuali pasti pernah mengalami hal yang namanya "Masalah", baik masalah kecil maupun besar, penting maupun tidak penting.
Setiap hari pula tanpa terkecuali semua orang pasti selalu dihadapkan dengan sesuatu yang namanya "Keputusan", baik keputusan kecil maupun besar, penting maupun tidak penting.
Ada sebuah statement yang mengatakan :
"Janganlah menjadi seperti air ketika kita sedang menghadapai masalah atau ketika kita harus mengambil suatu keputusan."
Mengapa?
*
Karna air itu tawar, apapun akan membuatnya terlarut dan kemudian merubah warna maupun rasanya.
"Jangan pernah membiarkan hidup kita terlarut seperti air" ketika kita sedang mengalami masalah.
Karena ketika kita menjadi tawar seperti air (kompromi / menyerah karena larut dalam masalah), pada akhirnya yang terjadi adalah masalah tersebut yang akan terus menekan dan mengontrol hidup kita.

**
Karna air akan selalu mengalir, mengalir, dan mengalir ke bawah dengan sendirinya jika tidak ada yang menahannya dan mengarahkannya.
"Jangan pernah membiarkan hidup kita hanya bisa mengalir saja ke bawah seperti air" ketika kita sedang menjalani masalah. Karena ketika kita terus membiarkan hidup kita mengalir tanpa arah, kita pada akhirnya hanya akan menjadi manusia yang tidak berdaya oleh karena keengganan kita.

***
Dan karena air itu akan terbentuk menjadi seperti tempat dimana ia ditempatkan.
"Jangan sampai keputusan kita dibentuk sesuai keinginan masalah", tetapi selesaikanlah setiap masalah dengan membentuk keputusan-keputusan yang baik dan benar.
Camkanlah bahwa setiap keputusan yang baik tidaklah selalu benar, tetapi percayalah bahwa keputusan yang benar pada akhirnya pasti akan mendatangkan kebaikan!

****
Janganlah hidup setiap kita menjadi sama seperti air...
Ia menjadi ombak karena angin, panas membuatnya kering, dan ia membeku ketika dingin.
Air yang dimaksud disini adalah ketika kita menggunakan pikiran, perasaan, dan hikmat yang salah...
Masalah dan Keputusan memang telah, sedang, dan akan terus menjadi bagian dari hidup.
Keduanya adalah hal yang TUHAN berikan untuk menemani keseharian kita agar kita belajar untuk terus dekat denganNYA dan agar kita senantiasa mengandalkanNYA...

Semakin kita membiarkan diri kita menjauh dari TUHAN, maka akan semakin bertambah banyak masalah kita dan bertambah rumit keputusan yang perlu kita lakukan. Tetapi sebaliknya, semakin kita berusaha mendekatkan diri kita dengan TUHAN, maka masalah dan keputusan bukanlah menjadi suatu beban bagi hidup kita...

Ingatlah bahwa karakter hidup kita terbentuk dari setiap yang masalah kita hadapi dan keputusan yang kita pilih!
Maka belajarlah untuk menyikapi setiap masalah dengan mengambil setiap keputusan dengan penuh "HIKMAT".
Karena HIKMAT itu memberikan nasehat dan didikan, pengetahuan dan kepandaian, pengertian dan kebijaksanaan, ia mengajarkan pertimbangan yang benar, serta mendatangkan segala pertolongan untuk mendatangkan kebaikan.

Apakah dan dimanakah HIKMAT itu?
1. Hikmat adalah ketakutan akan TUHAN (Maz 111 : 10), dan
2. Hikmat datang dari mulut-NYA (Ams 2 : 6)....
Carilah TUHAN, karena hanya DIA PEMILIK HIKMAT!
Jadi ketika kita menghadapi "MASALAH" dan ketika kita perlu mengambil suatu "KEPUTUSAN", maka yang harus kita lakukan hanyalah mencari TUHAN dengan "sungguh-sungguh" karena DIA lah yang akan memberikan HIKMAT sebagai jalan keluar terbaik bagi kita...
Mulailah menjalani hidup kita sekarang dengan senantiasa mencari dan mengandalkan HIKMAT TUHAN, yaitu air hidup yang diperoleh dari-NYA melalui doa, firman, dan hubungan yang erat dengan-NYA!
Mintalah pada-NYA terus, terus, dan terus... Minta lebih, dan lebih lagi dan jangan pernah merasa cukup, karena TUHAN tidak pernah menahan dan pasti memberi yang terbaik bagi orang-orang yang mengasihi-NYA...
Maz 111 : 10 "Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-NYA tetap untuk selamanya.
Ams 2 : 6 "Karena TUHAN lah yang memberikan hikmat, dari mulut-NYA datang pengetahuan dan kepandaian."

Pemimpin Adalah Pelayan


Di satu sisi seorang pemimpin memang akan lebih sering dilihat, tapi di sisi lain ia harus lebih sering melihat bahkan memperhatikan orang lain..
Di satu sisi seorang pemimpin memang akan lebih sering didengar, tapi di sisi lain ia harus lebih sering mendengar bahkan memperhatikan orang lain..

Di satu sisi seorang pemimpin memang akan sering mengajar, tapi di sisi lain ia harus lebih sering belajar bahkan lebih mau diajar..
Di satu sisi seorang pemimpin memang akan sering berbicara di depan, tapi di sisi lain ia harus lebih banyak bertindak bukan di depan, melainkan di belakang..

Di satu sisi seorang pemimpin tidak boleh takut memberi teguran, tapi di sisi lain ia harus berani dan dengan rendah hati menerima teguran..
Di satu sisi seorang pemimpin harus memperhatikan keinginan orang lain, tapi di sisi lain ia harus rela menyimpan bahkan mengorbankan keinginan/kesenangan pribadinya..

Di satu sisi seorang pemimpin memang akan sering dicari manusia, tapi di sisi lain ia harus lebih sering bahkan selalu mencari Tuhan!
Pemimpin adalah pelayan.. Begitu juga sebaliknya..

Apakah Sudah Saatnya Aku Memiliki Pasangan ?


Masa muda adalah masa yang paling energik bagi anak muda, masa di mana kita mencari tahu siapa sebenarnya diri kita, masa di mana kita memaksimalkan potensi kita, masa di mana karakter kita akan terbentuk, masa di mana kita mulai mencari tujuan hidup kita. Namun, ada juga yang mengatakan masa muda adalah masa yang paling tepat untuk mencari pasangan/pacar. “Kapan lagi? Mumpung masih muda”. Apakah benar ?? Sudahkah waktunya ? Sudah siapkah ?

Kapankah saat yang tepat untuk memutuskan mempunyai pasangan hidup ?
  • Saat kita sudah mempunyai tujuan hidup
  • Saat kita telah memiliki karakter yang benar
Namun, kedua hal di atas tidak akan tercapai jika hubungan kita dengan Tuhan belum benar.

Pengkotbah 3:1
 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.Sesuatu yang didapatkan sebelum waktunya, maka sesuatu itu akan membuat kita tidak maksimal. Begitu juga dengan pacaran. Pacaran ada saatnya, ada waktunya, ada masanya, tetapi jika kita memutuskan untuk pacaran sebelum waktunya, hampir dapat dipastikan kita akan menjadi tidak maksimal dalam hidup. Jika seorang pria terlalu cepat untuk memutuskan mempunyai pasangan, maka pria tersebut akan kehilangan waktunya untuk memaksimalkan potensinya. Dan jika seorang wanita terlalu cepat untuk memutuskan mempunyai pasangan, maka wanita tersebut akan kehilangan kesempatan untuk menjadi wanita yang dewasa. Pacaran yang dimulai tanpa ditemukannya dahulu tujuan hidup dari pihak pria maupun wanitanya, maka akan menghasilkan pacaran yang tidak mempunyai tujuan yang benar. Demikian juga, pacaran yang dimulai tanpa ada karakter yang benar, maka akan menghasilkan pacaran yang tidak kudus.

Jadi sekarang, apa yang harus dilakukan anak muda dahulu ?

  1. Pakailah masa muda untuk mengenal Tuhan
    Pengkotbah 12:1 Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: "Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya !”
    Karena hanya Tuhan yang tahu tujuan hidup kita dan hanya Tuhan yang tahu talenta/potensi yang ada pada kita. Jika di waktu muda ini kita lebih mengutamakan untuk mencari pasangan dahulu, maka akan sulit bagi kita untuk bisa mengenal Tuhan lebih intim dan akan sulit buat kita untuk mengutamakan Tuhan.
  2. Pakailah masa muda untuk membentuk karakter
    Lewat apa? Lewat Firman Tuhan dan komunitas yang benar.
    Mazmur 119:9 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.
    Amsal 27:17 Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.
    Karakter Kristus akan terbentuk ketika kita tetap tinggal dalam Firman Tuhan dan akan dipertajam ketika kita tinggal dalam komunitas yang benar.
  3. Pakailah masa muda untuk menjawab kebutuhan orang lain
    Berusahalah untuk memakai potensi/talenta yang sudah diberikan Tuhan untuk menjawab kebutuhan orang lain (keluarga, teman, orang-orang di sekitar kita).
Maksimallah dalam melakukan ketiga hal tersebut, karena ketiga hal tersebut pasti akan kita lakukan juga kepada pasangan hidup kita kelak. Akan tetapi, jika kita mendahulukan untuk pacaran dulu, maka akan sulit buat kita untuk maksimal dalam melakukan ketiga hal tersebut.

Siapakah pasangan hidupku ?
Memilih pasangan hidup tidak hanya cukup ditentukan oleh perasaan, rasa suka, ataupun ketertarikan fisik belaka. Banyak pertimbangan-pertimbangan lain yang harus diperhatikan juga.
II korintus 6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbangdengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

Kita harus mempunyai dan menjadi pasangan yang seimbang dengan pasangan kita. Seimbang bukan berarti cocok, melainkan bisa saling melengkapi. Dapat seimbang/melengkapi dalam hal iman kepercayaan, visi/tujuan hidup, kerohanian, pekerjaan, keluarga, keuangan, kelemahan dan kelebihan, dan lain-lain.

Kenalilah dahulu siapa yang menjadi pasangan hidup kita. Kenalilah siapa dia, bagaimana karakternya, bagaimana tujuan hidupnya, bagaimana hubungan dia dengan Tuhan, bagaimana gaya hidupnya, bagaimana keluarganya, bagaimana pergaulannya, apa kelebihan dan kelemahannya, dan bagaimana perlakuan dia kepada orang lain. Ketika kita sudah memilih seseorang menjadi pasangan hidup kita itu berarti kita sudah siap menerima segala kelemahan dia, baik yang sudah kita ketahui sekarang, maupun yang belum kita ketahui.

Seorang pria harus mempunyai tujuan hidup dan dapat menjadi raja, imam, dan nabi. Seorang wanita harus bisa menjadi penolong buat pasangannya dan mempunyai roh yang lemah lembut dan hati yang tentram. (Amsal 31:10-31 ; I Petrus 3:4-5).

Karena itu, carilah pasangan yang tepat dan jadilah pasangan yang tepat buat pasangan Anda.

Pengkotbah 3:11a Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka.
WebRep
currentVote
noRating
noWeight

Jangan Berusaha Mencari Pasangan Sebelum Anda....???


Jangan berusaha mencari pasangan dahulu sebelum Anda berhasil mengendalikan rasa kesepian Anda. Sebab jika tidak demikian, Anda akan cenderung menuntut pasangan Anda untuk terus mengisi kesepian Anda.

Jangan berusaha mencari pasangan dahulu sebelum Anda berhasil menguasai diri Anda. Sebab jika tidak demikian, Anda akan cenderung berusaha menguasai pasangan Anda sepenuhnya.

Jangan berusaha mencari pasangan dahulu sebelum Anda berhasil mengikis keegoisan Anda. Sebab jika tidak demikian, Anda akan cenderung menuntut pasangan Anda untuk memenuhi keinginan Anda sepenuhnya.

Jangan berusaha mencari pasangan dahulu sebelum Anda berhasil menjaga kekudusan pribadi Anda sendiri. Sebab jika tidak demikian, Anda akan cenderung tidak dapat mendukung pasangan Anda untuk menjaga kekudusannya.

Jangan berusaha mencari pasangan dahulu sebelum Anda menemukan dan berjalan dalam tujuan hidup Anda. Sebab jika tidak demikian, Anda dan pasangan Anda akan cenderung berjalan tanpa arah yang jelas.

Perpisahan Bukanlah Akhir


Setiap kita pasti pernah mengalami yang namanya perpisahan, baik perpisahan dengan teman, keluarga, ataupun pacar. Terkadang perpisahan menyisakan kesedihan yang teramat dalam, terkadang juga mengakibatkan rasa takut kehilangan. Namun, kali ini kita mau belajar sama-sama tentang apakah arti perpisahan itu. Ketika kita mengerti mengapa kita harus mengalami perpisahan, maka kita akan dapat meresponi sebuah perpisahan dengan respon hati yang positif pula.

Bahkan Tuhan sendiri juga pernah mengalami perpisahan. PerpisahanNya dengan manusia ketika manusia jatuh dalam dosa, perpisahan Yesus dengan murid-muridNya ketika Dia harus terangkat ke Sorga, dan juga perpisahan yang paling menyedihkan adalah ketika Yesus terpisah dari Bapa yang dikarenakan semua dosa manusia harus ditimpakan kepada Yesus. 

Setiap manusia pasti pernah mengalami yang namanya perpisahan dengan seseorang. Perpisahan harusnya mengakibatkan suatu perubahan. Perubahan yang positif atau negatif itu tergantung bagaimana kita meresponinya dan apa yang kita lakukan setelah perpisahan itu. Pastikan Anda meresponinya dengan positif agar perubahan yang dihasilkan juga positif buat Anda dan orang-orang di sekitar Anda.

Nah, apakah arti sebuah perpisahan itu??

  1. Perpisahan harusnya menghasilkan kuasa yang besar
    Yesus pernah berkata kepada murid-muridNya seperti ini di Yoh 16:7"Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu." Artinya Yesus harus berpisah dari murid-muridNya supaya ada kuasa yang lebih besar (Roh Kudus) yang dicurahkan untuk murid-muridNya.
    Contoh lainnya saat Elia harus berpisah dengan Elisa, yang mengakibatkan Elisa mendapatkan kuasa dua kali lipat dari Elia.
    Bagaimana dengan kita? pastikan ada suatu perubahan yang bernilai dan kegerakan baru dalam hidup kita saat kita harus mengalami perpisahan.
  2. Perpisahan terkadang justru malah menyelamatkan hidup kita
    Matius 27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
    Yesus harus berpisah dengan Bapa karena semua dosa-dosa kita ditimpakan kepada Yesus. Itu dilakukan untuk menebus hidup kita dan untuk menyelamatkan hidup kita.
    Perpisahan yang kita alami terkadang juga untuk menyelamatkan hidup kita agar kita terbebas dari jerat yang dapat menghancurkan hidup kita, misalnya terpisah dari pergaulan buruk, terpisah dari jerat okultisme, terpisah dari jerat pornografi, terpisah dari keterikatan dosa, dll.
  3. Perpisahan untuk memurnikan hati kita
    Jadikan suatu perpisahan sebagai suatu kesempatan buat kita untuk mempunyai hati yang benar-benar murni dihadapan Tuhan, kesempatan untuk menjadikan Tuhan sebagai pusat hidup kita, kesempatan untuk bergantung kepada Tuhan, kesempatan untuk membentuk karakter yang lebih kuat, dan kesempatan untuk mengikis karakter kita yang buruk.
  4. Perpisahan terkadang dipakai untuk menguji apakah sesuatu itu benar-benar layak disatukan
    Tidak semua perpisahan itu berarti benar-benar terpisah selamanya. Justru lewat perpisahan kita belajar berusaha untuk memperjuangkan suatu kesatuan dan bagaimana belajar tentang kesetiaan. Suatu kesatuan akan semakin kuat ketika setiap kita sama-sama berjuang mengusahakannya di kala ada perpisahan.
  5. Perpisahan untuk memultiplikasikan gaya hidup Allah
    Gaya hidup yang Allah mau adalah supaya setiap kita saling mengasihi dan saling membangun. Dia menginginkan kita memultiplikasikannya. Terkadang lewat perpisahan, kita dapat memultiplikasikan gaya hidup itu buat orang-orang lain juga, terutama buat orang-orang yang belum mengenal Tuhan.
Dari perpisahan kita sama-sama belajar arti sebuah pertemuan. Karena itu, belajarlah untuk menghargai setiap pertemuan. Jangan saling menyakiti dalam setiap pertemuan. Sebaliknya, belajarlah untuk saling mengasihi dan saling membangun dalam setiap pertemuan.

Setiap manusia pasti pernah mengalami yang namanya perpisahan dengan seseorang. Perpisahan harusnya mengakibatkan suatu perubahan. Perubahan yang positif atau negatif itu tergantung bagaimana kita meresponinya dan apa yang kita lakukan setelah perpisahan itu. Pastikan Anda meresponinya dengan positif agar perubahan yang dihasilkan juga positif buat Anda dan orang-orang di sekitar Anda.

Friday, July 12, 2013

Anda Cantik Hai Wanita !!




















Anda cantik hai wanita, bukan karena tinggi semampai dan make up yang Anda pakai,
tetapi karena apa yang terpancar dari hati anda

Anda cantik hai wanita, bukan karena pendidikan yang tinggi,
tetapi saat anda dapat dengan bijak memakai perkataan anda untuk saling menguatkan bukan menjatuhkan

Anda cantik hai wanita, ketika dengan ikhlas membuka pintu maaf bagi setiap orang yang menorehkan luka,
walau terasa menyakitkan saat anda harus menyangkal diri dan membuang ego

Anda cantik hai wanita, bukan karena memiliki karakter yang sempurna di mata dunia,
tetapi anda memiliki hati yang mau terus diajar dan setia di dalam setiap proses kehidupan

Anda cantik hai wanita,
saat anda mau lebih banyak tersenyum daripada bersedih,
lebih banyak menghibur orang lain daripada mengasihani diri,
lebih banyak memberi daripada menerima

Anda cantik hai wanita,
saat anda lebih banyak bersyukur daripada mengeluh,
lebih banyak menahan diri dan lebih peka melihat kebutuhan di sekitar anda

Anda cantik hai wanita,
hanya terkadang kecantikkan anda tidak terlihat karena setiap kali melihat diri sendiri anda cenderung melihat dosa dan masalalu anda,
fokus pada kekurangan dan kegagalan anda, dan pandangan anda tertutupi oleh perkataan dan pendapat orang lain mengenai pribadi anda

Anda cantik hai wanita,
karena penebusan Kristus yang menyucikan setiap noda di dalam kehidupan anda

Anda cantik hai wanita,
saat anda mensyukuri dan menghargai pribadi anda dengan segala kelebihan dan kekurangannya

Anda cantik hai wanita,
karena Allah tidak pernah gagal menciptakan anda!

~A

Pertolongan Tuhan Yang Tidak Terlihat


Aku tidak pernah melihat sebuah kalimat datang dalam gumpalan asap di hadapanku yang bertuliskan : "Tenanglah nak, jangan takut, Aku di sini".

Namun, aku dapat merasakan di saat-saat sulit ataupun senang Dia berada di sisiku menenangkan dan menghiburku.

Aku tidak pernah mendengar sebuah suara menggema di dalam kamarku di tengah malam sambil berkata : "Aku mengasihimu dan menerimamu sepenuhnya".

Namun, aku mendengar di dalam ruang hatiku perkataanNya bahwa aku dikasihi dan berkenan, yang menjadi kekuatan saat aku mengalami penolakan dan kehilangan kepercayaan diriku.

Meskipun Allah tidak terlihat oleh mata jasmaniku, aku dapat melihat dengan imanku : bagaimana tanganNya tidak pernah terlambat untuk mengangkatku. Bagaimana telingaNya tidak kurang tajam untuk mendengar setiap doaku.

Tanpa terdengar, tanpa terlihat, tanpa dapat disentuh, penyertaan Allah nyata dalam setiap langkahku. PertolonganNya terukir dalam setiap musim di hidupku.

Setiap perbuatanNya yang ajaib tertulis dan dapat dibaca dalam setiap lembaran cerita hidupku, baik itu peristiwa-peristiwa susah yang mengharuskan aku berlutut, ataupun kemenangan yang membawa sukacita yang membuat aku melompat.

Di atas semuanya,
Sekalipun Allah tidak terlihat oleh mata jasmaniku, Ia tetap tidak terkalahkan.

Sunday, July 7, 2013

L.O.V.E



1. Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya. 
Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. 
Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik. 
2. Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang "sempurna" bagi seseorang.Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri. 
3. Jangan pernah bilang "I love you" kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. 
Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. 
Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong. 
Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya... 
4. Cinta bukan "Ini salah kamu", tapi "Ma'afkan aku". 
Bukan "Kamu dimana sih?", tapi "Aku disini". 
Bukan "Gimana sih kamu?", tapi "Aku ngerti kok". 
Bukan "Coba kamu gak kayak gini", tapi "Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya". 
5. Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas. 
6. Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan.Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya. 
7. Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu. 
8. Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain, tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu. 
9. Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya. 
Kalau dia tidak "worth it" sekarang, dia tidak akan pernah "worth it" setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. 
Biarkan dia pergi... 
10. Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik,akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam. 
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan dibaliknya. 
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa... 
ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik. 
11. Mengapa menunggu ? karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa. 
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu. 
12. Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada. 
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada. 
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius. 
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, dan penantian kita tidaklah sia-sia. 
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal - iman, keberanian, dan pengharapan - penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan. 
Pada akhirnya...Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.

Mengapa Wanita Begitu Berarti Bagi Pria??



Dia yang diambil dari tulang rusuk. Jika Tuhan memersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi.
Dialah penolongmu yang sepadan, bukan lawan yang sepadan. Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu, tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan, atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu, dialah yang akan menutupi kekuranganmu. 
Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki: perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal yang kadang dianggap sepele.. hingga ketika kau tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya... sehingga tanpa kau sadari ketika menjalankan sisa hidupmu... kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu. 
Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan. Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan. 
Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki... tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk dilindungi.. .. tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi. Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya. .. kata-kata yang lembut... ungkapan-ungkapan sayang yang sepele... namun baginya sangat berarti... membuatnya aman di dekatmu.... 
Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan. Rumput yang lembut tidak mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang... seperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun. 
Ia lembut bukan untuk diinjak, rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang. Jika lelaki berpikir tentang perasaan perempuan, itu sepersekian dari hidupnya.... tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki, itu akan menyita seluruh hidupnya... 
Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki- laki, karena perempuan adalah bagian dari laki-laki... apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian dari hidupmu. Keluarganya akan menjadi keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga. Sekalipun ia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada karena ia lahir dan dibesarkan di sana .... karena mereka, ia menjadi seperti sekarang ini. Perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga... karena kau dan dia adalah satu.... dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya. 
Ketika pertandingan dimulai, pastikan dia ada di bagian lapangan yang sama denganmu.

Saturday, July 6, 2013

Pacaran Yang Sempurna


saya sangat menikmati perbincangan dengan sahabat dan teman-teman lama. Dari perbincangan tersebut, salah satu pertanyaan yang sering saya tanyakan kepada mereka adalah, "Kapan menikah?" Yang menarik adalah mendengar jawaban dari kebanyakan mereka. "Ah kamu, boro-boro menikah, calon aja belum punya; cepat banget menikahnya?" Mendengar jawaban ini saya lanjutkan, "Ha? Terlalu cepat menikah? Umurmu sudah berapa tahun?" Ada yang menjawab, 27; 28 atau 29 tahun. Gawat, pikirku. Memang inilah rupanya gejala umum pemuda kita. Saya jadi teringat ketika masih studi ada Guru saya orang Amerika yang ketika itu (tahun 1999) umurnya baru 36 tahun, tapi putrinya sudah SMP.
Saya pernah bercanda dengan teman saya, bahwa saya akan menikah Tahu reaksi mereka? Sebagian besar mentertawakan. "Ha? Mau menikah? Cepat amat?" Seorang yang saya anggap sebagai kakak rohani bernyanyi mendengar hal itu sambil ngeledek, "Too young to be married." Itulah sebabnya saya pun merasa sejahtera untuk 'tidak terburu-buru untuk menikah. Tokh saya berpikir bahwa lingkungan mengajarkan demikian. Tetapi kemudian saya baru menyadari bahwa dilihat dari banyak segi, pandangan tersebut tidaklah benar. Khususnya, ditinjau dari segi anak. Tegakah kita 'menelantarkan' anak-anak kita oleh karena kita dipensiunkan sementara mereka saat itu justru sedang membutuhkan kita?
Mengapa menunda-nunda pernikahan? Kalau ditanyakan mengapa orang tersebut belum menikah, jawabannya bervariasi. Ada yang mengatakan 'belum siap'. Apanya yang belum siap? Materi? Kalau seorang belum bekerja, jawaban tersebut wajar. Tetapi, kalau sudah, mengapa belum? Saya kuatir ada orang yang memiliki konsep bahwa menikah harus dengan cara begini begitu. Misalnya harus di tempat bergengsi yang menampung sekian ratus bahkan sekian ribu orang. Menikah harus memiliki rumah sendiri dan seterusnya. Kalau begitu, kita telah merusak pernikahan tersebut. Karena kita telah menjadikan moment pernikahan menjadi arena bergengsi-gengsian! Bila hal ini terjadi pada mereka yang belum menjadi anak Tuhan (baca: belum mengenal ajaran Kristus) maklum sajalah. Tapi, kalau terjadi pada anak-anak Tuhan, wah gawat! Rupanya, gengsi masih cukup menguasai hidup anak-anak Tuhan. Tidak heran jika dalam hidup persekutuan pun, khususnya di persekutuan Sell, kelihatannya, tanda hidup bergengsi-gengsian itu pun telah masuk (diimport dari dunia ini).
Suatu ketika pemimpin saya bertemu seorang alumni yang sudah bekerja dengan gaji di atas rata-rata. Dia pergi ke kantor dengan kendaraan pribadi. Alumni tersebut sudah cukup lama punya pacar. Suatu kali saya bertemu dengannya dan menanyakan, "Kapan menikah?" "Tunggu, masih lama, belum siap," katanya. Lalu saya ajak dia terus mendiskusikan hal tersebut. Ternyata, dibalik alasan tersebut, keberatan sesungguhnya adalah karena ayahnya tidak ingin menikahkan dia dengan acara sederhana. Ayahnya ingin acara besar yang memerlukan dana besar pula. Lalu saya berkata dalam hati, "Sayang juga kamu menunda-nunda pernikahanmu bertahun-tahun hanya karena sekedar ingin memuaskan ambisi (gengsi) ayahmu untuk satu hari saja!"
Mengapa menunda-nunda pernikahan? Ataukah belum siap dari segi karakter atau rohani? Seperti pengakuan orang lain lagi kepada saya. Kalau begitu, "Apa yang selama ini dilakukan dalam pacaran? Seharusnya saat berpacaran itu diisi dengan penyesuaian dan pembinaan karakter dan kerohanian. Inilah tujuan berpacaran menurut saya, sebagaimana nanti kita lihat pada bab berikutnya. Tapi, saya juga kuatir ada yang beranggapan bahwa sebelum menikah keduanya mesti benar-benar cocok. Kalau begitu, Anda keliru. Masa pernikahan merupakan masa saling belajar dan saling menyesuaikan diri. Karena itu, saya setuju pendapat yang mengatakan bahwa dalam hal pernikahan, "It's a learning process." Jika kita memiliki pandangan seperti tersebut di atas, menurut pengamatan saya, tidak akan pernah seseorang benar-benar cocok dengan partnernya. Pasti akan ada segi-segi tertentu yang membuat kurang cocok. Maka sebenarnya yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk mengasihi partner masing-masing sebagaimana dia ada, atau dengan apa adanya. Selanjutnya dalam proses pernikahan, dituntut kemauan dan kemampuan untuk belajar saling membina partner masing-masing. Jadi, bila seseorang tidak berani menikah karena belum benar-benar cocok, itu sudah salah. Sampai kapan Anda merasa cocok? Tentu saja saya tidak bermaksud untuk menganjurkan pernikahan bagi mereka yang baru pacaran satu minggu atau satu bulan. Bagi mereka yang baru pacaran, tentu saja belum memiliki pengenalan yang cukup terhadap partner masing-masing.
Ataukah penundaan itu karena memang belum mendapatkan calon yang dapat dijadikan teman hidup? Mengapa belum? Masih terlalu muda? Benarkah demikian? Sudah berapa usia saudara sekarang? Kalau usia saudara sudah di atas 20 tahun (untuk perempuan) atau 22 tahun (untuk pria) sudah saatnya saudara berpacaran. Atau barangkali saudara sulit memulaibagaimana menggumuli calon teman hidup saudara? Kalau demikian, kita akan membahas hal itu di bawah ini.
Saya menyarankan ada tiga langkah untuk menggumuli calon teman hidup.
Pertama, mendoakan.
Segala sesuatu dalam hidup kita harus dimulai dengan doa, terlebih lagi masalah teman hidup. Anehnya, ada orang yang malu atau tidak mau mendoakan masalah ini. Padahal, hal-hal lain seperti ujian, mencari pekerjaan, mereka berdoa dengan sungguh-sungguh. Mengapa ya? Apakah hal calon teman hidup ini kurang penting didoakan? Atau hal itu kurang rohani? Menurut pendapat saya hal ini malah sangat penting untuk didoakan dan sangat rohani. Itulahsebabnya pada saat retret atau Bible Camp tersebut dalam hal menggumuli calon teman hidup. pemimpin kami mendorong peserta retret untuk peka terhadap pimpinan Tuhan akan hal itu.. Tentu saja, itu dapat menjadi akibat, bukan tujuan. Karena Tuhan Yesus sendiri bersabda: "Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."
Di negara kita, wanita memang agak ditabukan bila terlalu agresif dan terlalu berinisiatif. Tapi tidak salah mendoakannya secara serius, bukan? Wanita bisa berdoa kira-kira demikian, "Ya Bapa, tunjukkanlah padaku siapa yang telah Tuhan sediakan. Tolonglah agar hamba peka dan tahu. Pertemukan dia dengan hambaMu ini." Hal itu jugalah yang saya lakukan sebelum berpacaran. Salah satu doa saya sebelum menemukan calon adalah, "Ya Bapa, jadikan kami seperti magnit dengan dua kutub yang saling tarik menarik. Tetapi tutuplah dan angkatlah perasaan cinta terhadap siapapun yang bukan dari Tuhan." Mungkin ada yang bertanya, "Sampai berapa lama tahap mendoakan ini dilakukan? Satu minggu? Satu bulan? Satu tahun?" Berdoalah dalam waktu yang cukup lama dan perhatikan suasana hatimu kepada seseorang yang digerakkan Tuhan secara lebih khusus.
Kedua, meyakini.
Setelah saudara berdoa cukup lama, diharapkan Allah memberi keyakinan dalam diri saudara. Maka saudara harus yakin bahwa itu adalah pilihan Tuhan, bukan sekedar keinginan diri sendiri atau karena kecantikan wajahnya. Karena itu, dalam masa ini, saudara dapat berdoa kira-kira demikian, "Ya Bapa, bila orang ini adalah dariMu, peliharalah perasaan hati saya kepadanya dan alihkan dari orang lain." Keyakinan tersebut perlu dievaluasi. Setelah yakin, apakah itu berarti si dia akan berespon positif terhadap cintamu kepanya? Jawabnya, belum tentu. Malah bisa terjadi sebaliknya. Karena itu, meskipun memperhatikan respon si dia tersebut penting, jangan terlalu bersandar pada responnya. Mengapa? Karena bisa saja dia sedang salah menggumuli orang lain. Atau reaksinya tidak jujur. Itulah kenyataan yang cukup sering terjadi. Karena ada orang yang menunjukkan sikap negatif terhadap orang yang dia cintai. Dalam konseling, seorang pria berkata kepada saya, "Justru kalau tidak ada perasaan cinta, saya lebih bebas dan bertindak lebih hangat seperti ada apa-apanya. Tapi kepada orang yang saya cintai, aduh, grogi, kaku. Pernah sekali, saya dengan teman menyeberang jalan. Salah seorang di antara teman yang menyeberang itu adalah orang di mana saya sedang jatuh cinta. Ketika sedang menyeberang jalan, saya malah menjauhi dia dan pura-pura akrab dengan perempuan lain."
Lain lagi dengan masalah wanita. Mereka memang agak kurang berani menyatakan perasaannya. Kelihatannya tidak jujur dalam responnya.Seorang pernah berkata, "Justru di situlah letak perbedaan wanita dengan seorang diplomat. Bagi seorang diplomat, mengatakan, "yes" bisa berarti "may be", dan mengatakan, "may be" bisa berarti "no". Karena seorang diplomat tidak akan pernah terlalu berterus terang dalam jawabannya dengan mengatakan "no" atau tidak terhadap sesuatu hal. Bila dia terlalu terus terang seperti itu, dan berkata "no", maka berhentilah dia sebagai diplomat. Sebaliknya dengan wanita. Perkataan "no" bisa berarti "may be", sedangkan "may be", bisa berarti "yes". Dan kalau diamengatakan "yes," maka dia berhenti menjadi seorang wanita. Itulah sebabnya kalau seorang wanita ditanya oleh seorang temannya tentang perasaan dia terhadap seorang pria tertentu, dia bisa menjawab "may be" (ya, kali) untuk seseorang yang sedang dia sukai.
Kembali kepada keyakinan tersebut di atas, kalau saudara telah memiliki keyakinan terhadap seseorang, maka ujilah keyakinan tersebut dalam doa di hadapan Tuhan. Kalau Tuhan ternyata meneguhkan, bersyukurlah dan mohon agar Tuhan memelihara keyakinan tersebut. Kiranya saudara tetap setia, sekalipun si dia kelihatan belum berespon positif terhadapperasaan cinta saudara, dan malah semakin menjauh. Lalu berdoalah agar Tuhan menyatakan pimpinanNya pada si dia sebagaimana Tuhan telah memimpin saudara. Doakanlah agar pada waktunya Tuhan membawa dia kepada saudara. Mungkinkah? Benarkah sikap demikian? Mungkin dan benar. Sudah banyak contoh terjadi.
Suatu kali Nuni (bukan nama sesungguhnya) datang konseling kepada pemimpin sayamengenai hal ini. Dia menceritakan seseorang yang telah berdoa untuk calon teman hidupnya (seseorang itu sebenarnya dirinya sendiri, tapi dia memakai bentuk ketiga). Lalu dia melanjutkan bahwa kelihatannya Tuhan menjawab dan memberikan keyakinan terhadap si Dodi (juga bukan nama sesungguhnya). Namun, apa yang terjadi? Ternyata Dodi tidak memberi respon positif kepadanya. Malahan Dodi tersebut mencintai Shinta (sebutlah namanya demikian) dan sedang mencoba mendekatinya. Nuni menge-tahui hal itu, karena Shinta adalah teman baiknya. Lalu dalam konseling dia bertanya kepada pemimpin saya, "Apakah seseorang tersebut harus terus mendoakan Dodi atau meninggalkannya?" Jawab pemimpin saya ketika itu adalah, "Ujilah keyakinan yang sudah dimiliki, apakah benar-benar perasaan itu merupakan pimpinan Tuhan, atau karena keinginan diri sendiri.. Kalau karena keinginan diri semata, mundurlah dan mohon kekuatan dari Tuhan untuk melupakannya. Tapi, kalau memang benar-benar dari Tuhan, tetaplah setia mendoakannya dan memberiperhatian sewajarnya." Apa yang terjadi kemudian? Hasilnya, ternyata keyakinan itu benar, karena selang beberapa waktu Dodi mulai memberi perhatian kepadanya. Hal itu terjadi karena kemudian Dodi menyadari bahwa Shinta bukanlah jawaban Tuhan atas pergumulannya. Mereka ini kemudian menjalani masa berpacaran dan menikah dengan baik, serta telah dikaruniai anak.
Ketiga, menjalin relasi secara diam-diam.
Tahap kedua tersebut di atas (keyakinan) harus dilanjutkan dengan menjalin relasi secara halus. Dalam tahap ini saudara terus berdoa agar Tuhan menyatakan kehendakNya semakin jelas. Kalau benar keyakinan tersebut di atas berasal dari Tuhan, maka ketika saudara menjalin relasi, Tuhan yang
sama akan meneguhkan pergumulan itu. Mengapa? Karena Tuhan kita adalah Tuhan yang konsisten. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam menjalin relasi secara diam-diam. Sebagai contoh, dengan meminjam buku, menawarkan jasa mengantarkannya pulang setelah persekutuan, atau secara bersama-sama melakukan suatu pekerjaan tertentu. Dalam sebuah seminar pembicara tersebut memberi saran paraktis kepada seorang wanita yang sedang jatuh cinta kepada seseorang. Dia mengatakan, "Bila Anda sudah tertarik kepadanya, cobalah beri perhatian ketika dia sedang berbicara. Kalau ada acara-acara kelompok, secara halus duduklah di dekatnya. Jangan malah menjauh dan pura-pura tidak suka, padahalsebenarnya jantung Anda dag dig dug." Dengan adanya tahap ketiga ini, berarti kita menolak cara meyakini teman hidup secara sepihak, seperti mengurung diri di rumah atau menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan. Justru sebaliknya yang harus dilakukan: harus bergaul, ada kesempatan mengenal dan dikenal. Kita tidak menganjurkan menggumuli calon teman hidup seperti orang membeli kucing dalam karung. Masih ingat contoh Adam dan Hawa? Setelah Allah memutuskan menjadikan penolong baginya (Kej.2: 18), selanjutnyaAllah membawa wanita tersebut kepadanya (ayat 22). Ada pertemuan, bukan? Dan di saat bertemu itulah Adam berkata, "Nah, ini dia tulang dari tulangku..." (Kej.2: 23).

Friday, July 5, 2013

Mendengarkan Cinta


Manusia memang makhluk rumit. Dan suka aneh sendiri. Hal-hal yang pingin kita omongin,
atau yang harus kita bilang, justru malah nggak pernah kita ungkap.
Parahnya lagi, kita terbiasa pake simbol-simbol atau kata-kata lain buat nunjukin arti sebenernya. ,
seringnya maksud kita itu jadi nggak terkomunikasikan dan bikin orang lain ngerasa bete,
nggak disayang, nggak dihargai.
Iya sih, ada saat-saat kita ngerasa nggak nyaman mengekspresikan cinta yang kita rasa. Karena takut mempermalukan orang lain, atau diri kita sendiri, kita ragu buat bilang, "I love you". Jadinya, kita menyampaikan perasaan itu lewat kata-kata yang lain; "jaga diri baik-baik", "belajar yang bener","hati-hati di jalan", "jangan ngebut", "jangan lupa makan".
Tapi sebenernya, itu cuma opsi-opsi lain dari perkataan yang sesungguhnya; "saya sayang kamu", "saya peduli sama kamu", "kamu sangat berarti buat saya", "saya nggak mau kamu terluka".
So, nggak ada salahnya kita coba MENDENGARKAN CINTA lewat kalimat-kalimat yang dikatakan orang lain. Ungkapan eksplisit itu penting, tapi bagaimana kita mengungkapkannya bisa jadi jauh lebih penting. Setiap pelukan bermakna cinta meski kata-kata yang keluar sangat berbeda. Setiap perhatian yang diberikan orang lain menyimpan cinta walau bentuknya kaku, atau mungkin kasar. Yang pasti, kita harus mencari dan mendengar cinta yang ada di baliknya.
Seorang ibu bisa ngomelin anaknya karena nilai rapot atau kamar yang berantakan. Si anak mungkin hanya mendengar omelannya. Tapi kalo dia bener-bener MENDENGAR, dia bakal mendapatkan cinta di sana. Kepedulian dan cinta ibunya muncul dalam bentuk omelan. Tapi gimana pun juga, itu adalah cinta.
Seorang gadis pulang larut malam, dan akhirnya dapet kuliah gratis dari bokapnya. Gadis itu cuma nangkep kemarahan sang bokap. Tapi kalo dia mencoba untuk MENDENGARKAN CINTA, dia bakal menemukannya. "Kamu gimana sih, Papa jadi khawatir sama kamu," kata bokapnya. Tau nggak, itu sama aja dengan "Papa sayang dan peduli sama kamu. Kamu sangat berarti buat Papa" yang sayangnya, nggak tersampaikan dengan lisan.
Kita mengungkapkan cinta dalam banyak cara - hadiah ulang tahun, pesan-pesan kecil, dengan senyuman, dengan air mata. Cinta nggak hanya ada dalam kata-kata, tapi juga dalam diam. Dan seringkali kita menunjukkan cinta dengan memaafkan orang yang nggak mau mendengar cinta yang kita sampaikan.
Masalah dalam "mendengarkan cinta" adalah kesulitan dan keterbatasan kita untuk mengerti bahasa cinta yang dipakai orang lain. Yang kerap terjadi, kita jarang mendengarkan orang lain. Kita mendengar kata-kata, tapi kita nggak mempertimbangkan ekspresi atau tindakan-tindakan yang mengiringi kata-kata itu. Sering juga kita cuma bisa mendengar hal-hal negatif, penolakan, kesalahpahaman dan mengabaikan cinta yang menjadi dasarnya.
Dengerin deh, cinta-cinta yang ada di sekitar kita. Kalo kita bener-bener berusaha mendengarkan, kita bakal temui bahwa kita sebenarnya memang dicintai. Mendengarkan cinta bisa membuat kita sadar bahwa dunia ini adalah tempat yang begitu indah.
Cinta adalah anugerah.
Membuat kita tertawa.
Membuat kita bernyanyi.
Membuat kita sedih.
Membuat kita menangis.
Membuat kita bertanya "kenapa?"
Membuat kita menerima.
Membuat kita memberi.
Dan yang paling penting, membuat kita hidup.Bukanlah kehadiran atau ketidakhadiran yang penting; kita nggak perlu merasa kesepian meski kita sedang sendiri. Sendiri itu perlu, lho. Dan itu jangan sampe membuat kita jadi kesepian. Yang jadi masalah bukan berada bersama seseorang, tetapi berada untuk seseorang.
Jangan pernah ragu nyatakan cinta. Jujurlah dengan apa yang kita rasa dan katakan. Nggak ada ruginya mengekspresikan diri. Ambil kesempatan untuk mengungkapkan pada seseorang betapa pentingnya dia buat kita. Lakukan, buat perubahan, hindari penyesalan.
Satu lagi, tetaplah dekat dengan kawan dan keluarga, karena mereka udah berjasa membangun diri kita yang sekarang. Cinta memang ada untuk ditebarkan. Dan saat cinta yang kita berikan diterima, atau dibalas, itulah saat hidup menjadi penuh makna.

Apakah Dia Pasanganmu?



Beberapa hal sederhana untuk mempertimbangkan apakah ia layak diperjuangkan . 
Memilih pasangan hidup memang harus hati-hati . Bibit bobot bebet bukan hanya sekedar nasehat tidak penting dari orang tua . Itu benar-benar sesuatu yang harus dipertimbangkan . Tapi ada beberapa hal simple yang bisa membantu kita dalam tahap pendekatan awal untuk bisa mempertimbangkan apakah orang ini layak diperjuangkan untuk menjadi kandidat pasangan kita kedepan nanti .

1 . Bagaimana reputasinya?
Seringkali kita bermimpi "untuk mengubah seorang yang liar menjadi orang yang baik hati", namun mimpi itu tidak selalu menjadi kenyataan . Karena itu jika reputasi orang yang kita sukai itu sangat buruk di luar sana , kita sebaiknya berhati-hati dan berpikir dua kali atau mungkin tiga kali .

2 . Kenali setiap percakapan dengannya .
Dalam setiap percakapan, yang penting untuk kita ketahui ialah apakah ia seorang "pecinta diri sendiri" atau bukan . Jika ia tipe yang selalu fokus pada dirinya ketimbang pada kita, ini tanda kurang baik, terutama jika kita ingin serius dengannya di kemudian hari .

3 . Ketahui sejarah percintaannya .
Apakah gebetan kita ini terkenal sebagai si tukang gonta ganti pacar? Jika mantan pacarnya ada 12 padahal umurnya baru 23 tahun, kita benar-benar harus hati-hati, karena itu berarti dia bermasalah dengan satu kata yang berjudul 'komitmen' . Bisa-bisa kita hanya akan menjadi "pacar nomor 13" untuknya .

4 . Apakah kita nyaman bersamanya?
Ada orang yang kita sukai tapi membuat kita sendiri tidak nyaman . Mungkin karena bahasanya yang kasar, cara berpakaiannya yang -jujur saja- membuat malu, atau tingkah lakunya yang kadang tidak sopan . Jika ya, lebih baik pikir-pikir dulu untuk menjadikan dia kekasih pujaan hati .

5 . Bagaimana ia pada keluarganya .
Bagaimana ia memperlakukan keluarganya dan bagaimana ia berhubungan dengan saudara-saudaranya adalah hal penting yang disimak . Peringatan besar muncul jika orang yang anda sukai suka memusuhi adiknya sendiri atau kasar pada orang tuanya .

6 . Sadari pengaruh kehadirannya pada kerohanian anda .
Ini poin yang paling penting . Sebelum kita dan si dia memulai hubungan yang lebih serius, kita harus mulai bisa menilai dari berbagai sisi, apakah kehadiran orang istimewa kita itu memberi pengaruh baik bagi kerohanian kita atau tidak . Apakah kehadirannya membuat kita rajin berdoa atau malah jadi malas berdoa sama sekali? Apakah bersamanya membuat kita jadi jatuh dalam dosa atau tidak? Poin utamanya ialah, bersama dengan dirinya harus membuat hidup rohani kita naik dan bukan turun!! Jika bersama dengannya membuat rohani kita menjadi lemah, tinggalkan saja angan untuk bersamanya .

7 . Bayangkan yang jauh kedepan .
Maksudnya, kita harus mulai punya bayangan sebuah pernikahan dengan dirinya . Jika membayangkan untuk menjadi istri/suami nya saja membuat kita merasa aneh, jangan lanjutkan . Bayangkan juga apakah ia bisa menjadi ayah/ibu yang baik bagi anak-anak kita nanti . Kalau sikap dan karakternya sangat meragukan untuk itu, berarti ini sebuah lampu merah untuk kita .

8 . Orang lain harus dihargai .
Pendapat orang tua, pendapat sahabat, pendapat pimpinan, harus kita dengarkan . Biasanya mereka yang sudah "buta oleh cinta" tidak bisa melihat segala sesuatu dengan objektif . Karena itu pendapat orang penting dipertimbangkan . Jika semua orang terdekat berkata tidak, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan kembali keputusan anda .

Jika hampir semua dari 8 hal sederhana diatas mengarah ke sesuatu yang negatif tentang orang yang kita sukai tersebut, mengapa harus pusing lagi? Orang-orang sekeliling kita boleh menyebarkan kebohongan bahwa "kita harus punya pacar!!" . Padahal tidak . Begitu banyak perceraian yang terjadi karena kebohongan ini . Mereka memaksakan diri berpacaran dengan orang yang salah hanya karena ingin punya pacar dan akhirnya menikahi orang salah itu . Dan penyesalan hanya datang kemudian, "andai aku lebih berhati-hati waktu pacaran dulu" . Karena itu, tidak ada salahnya bagi kita untuk MENUNGGU sampai orang yang terbaik untuk kita dari Tuhan, tiba 
WebRep
currentVote
noRating
noWeight