Translate
Home
Friday, March 30, 2012
"Tanpa penemuannya, tak akan ada orang yang melenggang sambil menelepon dengan ponselnya. Ia telah membuat bisnis (ponsel) terbentuk dan menjadi bisnis." (Frank Vigilante tentang Amos Joel Jr, penemu "switching" ponsel, "New York Times")
Peradaban manusia modern tak terelakkan lagi bertumpu pada dua penemuan teknologi yang amat berpengaruh, yakni internet dan telepon seluler (ponsel). Kedua teknologi di atas kini menjadi andalan manusia dalam berkomunikasi, berkarier, berbisnis, dan aktivitas lain.
Dalam hal internet, orang mengenal tokoh-tokoh penemunya, seperti Bob Taylor, ahli psikoakustik dan Direktur Program Riset Komputer di Defense's Advanced Research Project Agency (DARPA) tahun 1966.
Pada masa itulah Taylor mendapat ide untuk menghubungkan komputer- komputer dalam jaringan. Selain Taylor, ada pula Larry Robert, pionir jaringan komputer di Laboratorium Lincoln, Massachusetts Institute of Technology (MIT), satu-satunya ilmuwan di AS yang dianggap bisa mewujudkan jaringan yang dibayangkan Taylor. Tentu saja ada Vint Cerf dan kawan-kawan dari University of California, Los Angeles.
Sementara itu, dari dunia komunikasi seluler, ada nama penemu ponsel Martin Cooper yang saat itu 35 tahun silam, tepatnya 3 April 1973 bekerja di Motorola. Orang masih bisa menyimak impian Cooper, yang antara lain membayangkan ponsel ukuran kecil, dipasang di balik telinga, dan secara otomatis menghubungi nomor seseorang manakala penggunanya berniat menghubungi nomor tersebut.
Tetapi, fokus kali ini bukan kepada Cooper, tetapi pada sosok lain yang juga berjasa besar dalam perkembangan komunikasi seluler. Tokoh ini tidak lain adalah Amos E Joel Jr, pionir sistem penyambung (switching) ponsel dari satu wilayah sel ke wilayah sel yang lain. Switching ini harus bekerja ketika pengguna ponsel bergerak/berpindah dari satu sel ke sel lain sehingga pembicaraan tidak terputus.
Karena penemuan Amos Joel inilah penggunaan ponsel menjadi nyaman.Selain sistem switching ponsel, yang dipatenkan dengan nomor 3.663.762, Joel juga ambil bagian dalam pengembangan traffic service position system (TSPS) yang digunakan untuk mengotomatiskan pekerjaan operator telepon dan automatic intercept system (AIS) yang diciptakan untuk menangani panggilan ke nomor tak aktif secara otomatis.
Penemu besar
Amos Joel Jr yang lahir di Philadelphia, 12 Maret 1918, memang diakui dunia sebagai pakar di bidang switching. Ia mendapat ijazah bachelor (1940) dan master (1942) dalam teknik elektronik dari MIT.
Tidak lama setelah studi, ia memulai karier selama 43 tahun (dari Juli 1940-Maret 1983) di Bell Telephone Laboratories, tempat ia menerima lebih dari 70 paten Amerika di bidang telekomunikasi, khususnya di bidang switching.
Joel—yang tahun ini masuk dalam National Inventors Hall of Fame—tutup usia Sabtu, 25 Oktober, di rumahnya di Maplewood, New Jersey, dalam usia 90 tahun.
Pengguna ponsel di seluruh dunia kini dapat merenungkan, apa arti sumbangan Joel dalam peradaban seluler dewasa ini. Ini disimpulkan oleh Frank Vigilante, yang pernah menjadi salah seorang penyelia Joel di Bell Labs dalam kutipan di atas.
Pelajaran bagi penemu
Joel bisa menjadi penemu besar tentu karena memiliki kepandaian tinggi, tetapi selain itu juga ada kepiawaian lain. Ternyata sejak kecil Joel suka otak-atik barang elektronik.
Sebagai anak laki-laki, tutur Andrew Martin dalam obituarinya di New York Times, Joel acap merakit sistem komunikasi untuk teman-temannya, menggunakan perlengkapan telepon tua yang ditinggalkan dalam apartemen kosong. Ia juga mencoba membuat switching sederhana.
Ketika menuturkan kembali kariernya kepada koran The Star-Ledger di New Jersey beberapa bulan silam, Joel menyebutkan, hal-hal yang ia kagumi semasa kecil dan itu adalah penyambung (switch) pada kereta listrik mainannya dan pesawat telepon putar (dial) pertama yang ada di rumahnya.
"Saya ingin tahu, bagaimana barang-barang itu bekerja," tuturnya.
Ketika masih di perguruan tinggi, ia bertemu dengan istrinya—Rhoda Fenton—yang lalu ia ajak ke ruangannya untuk melihat paten-paten yang ia kumpulkan.
Seusai kencan, Fenton mengira Joel sinting, tetapi akhirnya ia menerima Joel dan keduanya menikah selama 58 tahun.
Selain senang mengotak-atik alat komunikasi, Joel juga senang mengajar. Setelah Perang Dunia II, ia mengembangkan dan mengajar kursus mengenai sistem switching dan perancangan sirkuit, sampai akhirnya ia menemukan alat tagihan telepon otomatis pertama.
Atas jasa dan sumbangannya, Joel pernah mendapat penghargaan Inventor of the Year oleh New Jersey Congress of Inventors, dan menerima penghargaan paling tinggi Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE), yakni Medal of Honor.
Penghargaan lain yang pernah ia terima adalah Kyoto Prize in Advanced Technology (1989) dan National Medal of Technology (1993) serta Stuart Ballantine Medal dari Franklin Institute.
Ketika komunikasi ponsel menjadi demikian vital dalam peradaban sekarang ini, sumbangan Amos Joel patut dikenang dan kebiasaannya menggeluti teknologi dan itu lalu menghasilkan penemuan yang bermanfaat bagi umat manusia, sungguh patut ditiru.
Beauty Of Math
Beauty of Math!
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111
9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
And look at this symmetry:
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111=123456789 87654321
Now, take a look at this...
If:
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Is represented as:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26.
If:
H-A-R-D-W-O- R- K
8+1+18+4+23 + 15+18+11 = 98%
And:
K-N-O-W-L-E- D-G-E
11+14+15+23+ 12+5+4+7+ 5 = 96%
But:
A-T-T-I-T-U- D-E
1+20+20+9+20+ 21+4+5 = 100%
THEN, look how far the love of God will take you:
L-O-V-E- O-F-G-O-D
12+15+22+5+15+ 6+7+15+4 = 101%
Therefore, one can conclude with mathematical
certainty that:
While Hard Work and Knowledge will get you close, and
Attitude will get you there , It's the Love of God that will put you over the top!
WebRep
currentVote
noRating
noWeight
Menunggu di halte bis pasti lebih menyenangkan bila bisa mencium aroma makanan seperti kentang panggang (baked potatoes).
Perusahaan periklanan di Inggris, JCDecaux memasang sebuah signboard di halte bis dengan gambar kentang besar yang sedang dipanggang
Uniknya, terdapat sebuah tombol dimana bila ditekan maka akan tercium aroma kentang panggang dan baru akan hilang aromanya apabila tombol tersebut di lepas.
Signboard ini tentu saja dipasang untuk klien mereka McCain Foods yang memang sedang mempromosikan alat khusus pemanggang kentang (McCain Ready Baked Jackets).
| Ferrari F12 Berlinetta adalah mobil Ferrari terbaru yang diklaim sebagai Ferrari tercepat yang pernah dibuat selama ini. Dengan mesin 6266cc, V12, 740 bhp, F12 Berlinetta bisa dipacu sampai kecepatan maksimum mencapai 340 km/ jam. |
Akselari mobil ini juga sangat cepat dimana untuk 0-100 km/jam hanya butuh waktu 3,1 detik sedangkan 0-200 km/jam hanya perlu 8,5 detik saja.
Ada teknologi baru di mobil ini yang disebut Active Brake Cooling system dimana temperatur disk brake (piringan rem) sudah mencapai suhu optimal, otomatis akan segera didinginkan untuk menjaga rem tetap bekerja dengan baik.
Di lain sisi sistim ini juga membuat jarak pengereman semakin kecil.Misalnya untuk membuat mobil berhenti dari kecepatan 100 km/jam butuh jarak sekitar 10
Tag Heuer Racer: ponsel Android yang menjanjikan kecepatan, ringan dan kuat
Tag Heuer Racer adalah ponsel Android terbaru yang akan segera diluncurkan di pasaran. Kali ini Tag Heuer menjanjikan sebuah ponsel yang tidak hanya kuat dan ringan tetapi juga cepat dan menggunakan Android OS terbaru. Walaupn masih sebatas gosip, cepat dan terbaru disini diduga Racer akan menggunakan prosesor Quad Core dan Android OS 4.0. Racer yang terinspirasi dari mobil GT di Formula 1 menggunakan bahan carbon fibre untuk bodinya yang menjanjikan kekuatan tetapi di satu sisi membuat ponsel tetap ringan walaupun tidak terlihat tipis. Tag Heuer Racer akan diluncurkan bulan Juli dengan harga 2.800 Euro atau sekitar Rp. 35 jutaan. Mahal? Relatif juga sih!!
TUBOHOTEL
TuboHotel adalah mungkin hotel pertama di dunia yang kamarnya terbuat dari pipa beton yang biasa digunakan untuk pipa saluran air dan lainnya.
Hotel yang terletak di Meksiko ini punya kamar yang dibuat dari pipa beton tersebut dan di dalamnya terdapat ranjang ukuran "queen" yang pastinya bisa ditempati 2 orang.
Karena cukup murah (mulai US$ 24) maka jangan harap ada AC, yang ada hanya kipas angin untuk membuat anda sedikit tidak kepanasan dan tidak ada kamar mandi karena menggunakan kamar mandi umum.
Kalau dilihat-lihat konsepnya mirip dengan hotel kapsul di Jepang tapi yang ni lebih besar dan nyaman. 
Sebenarnya kalau dipikir-pikir, daripada tinggal di kolong jembatan, pemerintah bisa juga mengatur perumahan seperti ini kali yah? terlihat lebih rapi dan murah mustinya. 
Makhluk Penjemput Kematian
Madagaskar adalah satu-satunya tempat di bumi di mana binatang ini bisa ditemukan di alam bebas. Menurut legenda, aye-aye yang memiliki mata gelap, jari-jari yang panjang dan penampilan menjijikkan, diperkirakan menyelinap ke rumah penduduk desa terdekat dan menggunakan jari tengah untuk menembus jantung manusia saat tidur.
Pada kenyataannya binatang itu menggunakan jari tengah untuk mencari dan memanen larva serangga di pepohonan.
Hal itu dilakukan pada malam hari, mengetuk-ngetuk dengan jari ke cabang-cabang pohon untuk mendengarkan lubang dalam kayu untuk mencari belatung.
Takhayul di sekitar aye-aye berkembang karena tidak takut manusia. Bahkan ia akan berjalan ke arah pejalan kaki untuk melihat lebih dekat.
Kombinasi pada serangan dan fakta berkurangnya habitat menjadikan Aye-aye masuk daftar sebagai “hampir terancam” dalam IUCN Red List.
Aye-aye adalah salah satu makhluk paling unik yang bisa ditemukan di alam. Binatang yang tidak biasa ini tidak hanya memiliki genus sendiri (Daubentonia), tetapi juga keluarga sendiri (Daubentoniidae). Perdebatan telah berlangsung lama mengenai bagaimana mengklasifikasikan hewan yang ingin tahu ini apakah hewan pengerat atau primata.
Monday, March 26, 2012
Arthur Ashe
Saat SENANG kita tidak pernah bertanya pada TUHAN, tapi saat SUSAH dan tertimpa Masalah, kita SELALU Bertanya : "MENGAPA AKU ??"
Mungkin Anda sudah pernah membaca renungan di bawah ini, namun ada baiknya juga kita membaca lagi dan merenungkannya...
Apakah kita mampu melakukannya dalam kehidupan kita sehari-hari?
ARTHUR ASHE adalah petenis kulit hitam dari Amerika yang memenangkan tiga gelar juara Grand Slam; US Open (1968), Australia Open (1970), dan Wimbledon (1975). Pada tahun 1979 ia terkena serangan jantung yang mengharuskannya menjalani operasi Bypass. Setelah dua kali operasi, bukannya sembuh, ia malah harus menghadapi kenyataan pahit, terinfeksi HIV melalui transfusi darah yang ia terima. Seorang penggemarnya menulis surat kepadanya, "Mengapa TUHAN memilihmu untuk menderita penyakit itu?" ASHE menjawab, "Di Dunia ini ada 50 juta anak yang ingin bermain tenis, Diantaranya 5 juta orang yang bisa belajar bermain tenis, 500 ribu orang belajar menjadi pemain tenis Profesional, 50 ribu datang ke arena untuk bertanding, 5000 mencapai turnamen Grandslam, 50 orang berhasil sampai ke Wimbeldon, empat orang di Semifinal, dua orang berlaga di Final. Dan ketika saya mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya kepada TUHAN, "Mengapa saya?" Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada TUHAN, "Mengapa saya?"
Sadar atau tidak, kerap kali kita merasa hanya pantas menerima hal-hal baik dalam hidup ini : Kesuksesan, Karier yang mulus, Kesehatan. Ketika yang kita terima justru sebaliknya : Penyakit, Kesulitan, Kegagalan, kita menganggap TUHAN tidak Adil. Sehingga kita merasa berhak untuk menggugat TUHAN.. Tetapi ARTHUR ASHE tidak demikian. Ia berbeda dengan kebanyakan orang. Itulah cerminan Hidup Beriman : Tetap teguh dalam Pengharapan, pun bila beban hidup yang menekan berat.
Ketika Anda merasa terpuruk dan mengalami saat-saat terburuk, ingatlah bahwa kita juga pernah menerima saat-saat yang terbaik.
Semoga cerita ini menjadi motivasi bagi diri Anda
Mungkin Anda sudah pernah membaca renungan di bawah ini, namun ada baiknya juga kita membaca lagi dan merenungkannya...
Apakah kita mampu melakukannya dalam kehidupan kita sehari-hari?
ARTHUR ASHE adalah petenis kulit hitam dari Amerika yang memenangkan tiga gelar juara Grand Slam; US Open (1968), Australia Open (1970), dan Wimbledon (1975). Pada tahun 1979 ia terkena serangan jantung yang mengharuskannya menjalani operasi Bypass. Setelah dua kali operasi, bukannya sembuh, ia malah harus menghadapi kenyataan pahit, terinfeksi HIV melalui transfusi darah yang ia terima. Seorang penggemarnya menulis surat kepadanya, "Mengapa TUHAN memilihmu untuk menderita penyakit itu?" ASHE menjawab, "Di Dunia ini ada 50 juta anak yang ingin bermain tenis, Diantaranya 5 juta orang yang bisa belajar bermain tenis, 500 ribu orang belajar menjadi pemain tenis Profesional, 50 ribu datang ke arena untuk bertanding, 5000 mencapai turnamen Grandslam, 50 orang berhasil sampai ke Wimbeldon, empat orang di Semifinal, dua orang berlaga di Final. Dan ketika saya mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya kepada TUHAN, "Mengapa saya?" Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada TUHAN, "Mengapa saya?"
Sadar atau tidak, kerap kali kita merasa hanya pantas menerima hal-hal baik dalam hidup ini : Kesuksesan, Karier yang mulus, Kesehatan. Ketika yang kita terima justru sebaliknya : Penyakit, Kesulitan, Kegagalan, kita menganggap TUHAN tidak Adil. Sehingga kita merasa berhak untuk menggugat TUHAN.. Tetapi ARTHUR ASHE tidak demikian. Ia berbeda dengan kebanyakan orang. Itulah cerminan Hidup Beriman : Tetap teguh dalam Pengharapan, pun bila beban hidup yang menekan berat.
Ketika Anda merasa terpuruk dan mengalami saat-saat terburuk, ingatlah bahwa kita juga pernah menerima saat-saat yang terbaik.
Semoga cerita ini menjadi motivasi bagi diri Anda
Subscribe to:
Posts (Atom)
















